Lintas Batas Nusantara Adventure (3)
11
658

Lintas Batas Adventure Season 5: Perjalanan Lim menuju NTB

GilaMotor.com – Nusa Tenggara Barat adalah surga di bagian Timur Indonesia yang keindahannya selalu menarik untuk dikunjungi. Bukan hanya untuk para wisatawan saja, tapi sering kali menjadi tujuan dari perjalanan touring para biker. Provinsi di Indonesia yang berada dalam gugusan Sunda Kecil ini telah menarik perhatian Lim, perjalanan yang dimulai tanggal 12 Agustus 2017 dan menempuh 8 hari perjalanan untuk sampai di NTB.

Lim berangkat menggunakan Kawasaki KLX 150 cc ini mempersiapkan perjalanannya secara matang, sempat mengubah mengubah kubikasi mesin menjadi 190cc di bengkel Kie85 Bogor, dengan mengganti karbu orisinil KX85 yang didatangkan langsung dari Thailand.

Baca juga: Lintas Batas: Hasrat Lim Touring Motor Keliling Indonesia

Sempat meleset dari jadwal keberangkatan dari yang sudah direncanakan karena Lim kehilangan salah satu anggota keluarga untuk selama-selamanya, tapi semua itu tidak mengurangi niat dan tekad Lim untuk menggenapi perjalanan yang sudah di persiapkan secara matang.

Lintas Batas Nusantara Adventure (4)

Saat tiba di Semarang, Lim bertemu dengan rekan biker yang sebelumnya hanya ‘say hello’ di laman sosial media, tak lupa Lim pun mengunjungi wisata budaya juga pariwisata yang ada di Semarang seperti Kota Lama, Lawang Sewu, Brown Canyon dan lain-lain. Lim menuturkan, ia sempat mampir di Kawasaki Surabaya juga loh Gilmoters. Saat menunggu kapal dari surabaya untuk bisa langsung menuju Lombok, Lim bertemu dengan Ganda dan Aziz dari komunitas Gilamotor Lombok. Lama perjalanan menggunakan kapal dari Surabaya untuk ke Lombok menjadi 32jam karena menunggu pasang surut air laut, juga ombak yang besar.

Saat tiba di Lombok pada tanggal 20 Agustus 2017, kebosanan dan kejenuhan selama di kapal sirna setelah bentangan pantai yang indah terhampar di depan mata, setelah menginap semalam, perjalanan di lanjutkan menuju Sumbawa.

Pengalaman menginap di pantai tidak bernama di dusun Prajak Sumbawa menjadi hal baru untuk Lim. Pasalnya pantai tersebut sangat sepi pengunjung. Ditambah dengan suasana yang masih sangat asri dan belum banyak tersentuh tangan tangan manusia.

Lintas Batas Nusantara Adventure (2)

“Di Sumbawa ini banyak banget pantai yang bagus, punya potensi besar untuk dijadikan pariwisata, tapi sepertinya karena minimnya insfrastruktur jadi belum bisa sepenuhnya dikelola, makanya dibiarkan begitu saja,” ujar Lim.

Banyak yang harus diperhatikan ketika kita sedang riding atau berkunjung ke Sumbawa. Selain etika di jalan, jalanan mulus yang kosong dan terbentang, lawan kita bukan mobil dan motor. Tapi kuda liar, kerbau, sapi, kambing , anjing, yang berkeliaran begitu saja di jalanan Gilmoters. Bahkan bisa ditemui hewan-hewan tersebut tidur di tengah jalan dan menutup jalanan. Lim menuturkan, di Sumbawa sangat jarang mobil dan motor bahkan bisa dibilang kendaraan tergolong barang mewah.

Lim menuturkan, penerangan masih minim, listrik hanya ada di kota besar. Di daerah pelosok listrik tidak 24 jam, hanya 12 jam dan itupun dibantu genset. Contohnya di desa Lantung. Listrik hanya 12 jam, pembagian air hanya ada di Selasa dan Kamis selama satu jam.

Lintas Batas Nusantara Adventure (1)

“Gue sempet ngobrol sama pak Camat dan warga, di desa Lantung ini parabola internet yang langsung satelit, proyektor dan komputer di setiap kelas sekolah sudah ada, tapi semuanya belum bisa dipakai karena aliran listriknya belum semua terpenuhi. Kalau malam, listrik pun seadanya karena pake genset, satu rumah hanya diberi jatah dua bohlam saja, penerangan jalan seadanya, jadi warga disini listrik cuma dipake buat menerangi malam aja, tapi padang Savana di Lantung keren banget, sebenernya banyak spot wisata yang bagus, tapi ya itu, nggak di dukung insfrastruktunya,” lanjut Lim

Sudah tidak diragukan lagi, NTB dan provinsi yang berada di Timur Indonesia lainnya punya magnet kuat untuk dikunjungi. Nggak jarang juga jadi tujuan perjalanan para pemotor baik dari Indonesia maupun luar negeri. Perjalanan Lim ini didukung oleh karya anak bangsa seperti Donimoto, A1AM Gear, dan Badak Hitam. Lim berharap, semoga setelah perjalannya selesai, kebutuhan listrik di Lantung dan daerah lainnya terpenuhi.

Penulis/Foto: Fatimah Subadiyo/Lim