Burnout Solo
5
454

Ribuan Penggemar Custom Culture Ramaikan Burnout Solo

GilaMotor.com – Gak kurang dari 7.000 penggemar custom culture hadir meramaikan jalannya acara Burnout #3. Sebuah traditional festival custom culture yang digerlar di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/9) kemarin.

Namanya acara motor, memang gak pernah sepi pengunjung, Gilmoters. Dari pengalaman Bang Gilmot menghadiri acara-acara seperti ini, selalu saja ramai disesaki pengunjung. Khusus acara Burnout #3, bahkan pihak penyelenggara mengaku jumlah penonton yang hadir di luar perkiraan.

Baca juga: Harley Owners Group Sambut Positif Kejuaraan Drag Race Harley-Davidson

“Pengunjung yang datang tahun in diluar ekspektasi kami karena tidak hanya datang dari Solo Raya tetapi juga kota-kota lainnya. Bahkan beberapa pengunjung juga datang dari kota-kota yang ada di Timur dan Barat kota Solo,” jelas Eko Sutanto, PIC acara BURNOT. Dirinya menambahkan, pengunjung yang hadir bukan hanya berasal dari Solo.

Burnout Solo

Bahkan, Eko menceritakan ada juga komunitas yang riding dari Jakarta dan Bali demi menghadiri acara Burnout #3. Keren nih bro!

Sebagai gambaran acara tersebut, halaman The Park Mall, Solo dipenuhi oleh berbagai motor custom dan juga mobil-mobil klasik yang berjejer di area lokasi acara. Dari pagi pengunjung sudah tampak memenuhi beberapa area acara seperti: area custom meet up, area art performance, dan area community meet up, pin up photo session, city rolling bersama komunitas, dan juga acara “mini meet up” yang sukses menghadirkan beberapa varian motor kecil seperti Monkey Gorilla, dan ST 50 Minicompo.

Acara BURNOUT kali ini juga dihadiri oleh beberapa workshop dari kota lain seperti Flying Piston Garage (Bandung), Queen Lekha Choppers (Yogyakarta), Retro Classic Cycle (Yogyakarta), Ape Custom, Glinding Customcycle (Cirebon), Rocket Fantasy Garage (Sidoarjo), Tjap Macan dan juga Kustomfest (Yogyakarta), BBQ Ride (Bandung), Hotrodiningrat (Yogyakarta), dan Customland (Surabaya).

Burnout Solo

Di area hiburan, pengunjung juga menikmati music dari band-band lokal kota Solo, berbagai stand makanan di area foodtruck, dan juga berbelanja di area swap & meet market. Tidak hanya itu, pengunjung juga memadati area booth apparel yang diisi oleh: Rich Richie Garage, Trooper Custom Helmet, Gendon Clubhouse, Retro GF Pomade, Bulls Syndicate dan brand-brand lain.

Atraksi Tong Stand yang baru dihadirkan pada edisi BURNOUT ketiga ini juga banyak menarik perhatian pengunjung. Aksi joki di dalam Tong Stand mengundang decak kagum dan juga gelak tawa pengunjung yang melihat salah satu rider beraksi menggunakan baju adat khas Jawa. Bahkan tidak sedikit juga pengunjung yang penasaran ingin mencoba untuk mengendarai motor custom di dalam Tong Stand.

Beberapa booth seperti milik Adira Finance juga menarik perhatian pengunjung yang ingin membeli motor baru dengan menghadirkan program trade in. Booth milik Suryanation juga selalu dipenuhi oleh pengunjung dan anak-anak komunitas yang ingin mengikuti berbagai games menarik. Area special test ride milik Royal Enfield juga sangat diminati oleh pengunjung yang ingin mencoba tipe seperti Bullet 350 dan Classic 500.

Burnout Solo

Beberapa live performance juga diberikan oleh beberapa artis pinstrip yang hadir seperti: Milliart Said, Uthy, Danny Hacka, Flyingfast Paintwork dan Loserkill Paintwork. Sesuai tradisi acara puncak dari acara BURNOUT ini adalah hadirnya atraksi puncak “BURNOUT TIME”. Kali ini atraksi “BURNOUT TIME” menggunakan mobil Holden Premier yang melakukan aksi membakar habis ban bersama dengan motor custom Triumph T120. Atraksi ini menimbulkan asap pekat dan bau karet sehingga mendapat sambutan riuh dan tepuk tangan yang meriah dari pengunjung yang hadir.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pengunjung, teman-teman komunitas, sponsor dan juga seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya event ini dan berharap event BURNOUT ini bisa dijadikan salah satu agenda bagi teman-teman pecinta custom culture untuk berkunjung ke kota Solo,” tutup Eko.