Gaji Pembalap MotoGP
Foto: Autosport.com
2
5039

Gaji Pembalap MotoGP Diprediksi Makin Gila-gilaan

GilaMotor.com – Perbincangan tentang gaji pembalap lagi hangat di MotoGP. Dengan bertambahnya jumlah pabrikan yang ikut balapan, khawatirnya persaingan tawaran gaji pembalap MotoGP jadi gak terkendali di masa depan. Makanya, dirasa perlu ada aturan lebih jelas soal gaji pembalap MotoGP.

“Mungkin dulu hanya ada tiga pabrikan. Semuanya pengen meraih kesuksesan. Untuk itu dibutuhkan rider papan atas untuk memaksimalkan performa motor,” kata bos tim Yamaha Lin Jarvis dikutip dari Autosport.com, Kamis (11/1).

Hal tersebut berbeda dengan sekarang. Di mana setidaknya ada enam pabrikan yang bertarung di MotoGP, meliputi Honda, Yamaha, Suzuki, KTM, Aprilia, dan Ducati.

(Baca juga: Minta Naik Gaji, Dovi Belum Sepakat dengan Ducati)

Jarvis melihat sudah sepantasnya hal ini menjadi perhatian semua pihak. “Urusan ini menyangkut keenam pabrikan,” katanya.

Jarvis mendorong semua pabrikan duduk bareng memikirkan hal ini. Meski upaya yang harus ditempuh tidaklah mudah. “Karena kita semua berusaha menjadi kompetitif. Menjaga pasaran rider dikontrol dan tetap masuk akal,” sambungnya.

Di lain sisi, kontrak kebanyakan pembalap MotoGP akan berakhir pada akhir 2018 nanti. Dengan adanya tim baru seperti KTM Red Bull prediksinya bursa transfer pembalap MotoGP semakin gila, Gilmoters. Seperti yang diajarkan dalam ilmu ekonomi, semakin banyak permintaan maka harga bakal melambung.

Walau sebenarnya pihak KTM sudah menyatakan nggak bakal mengincar pembalap bintang buat ngegeber motornya. Dan lebih memilih fokus dalam proses pengembangan mesin dan pembalapnya lewat Moto2, Moto3, dan Red Bull Rookies Cup.

“Kami punya program pengembangan sendiri. Terlebih lagi banyak pabrikan yang sudah mengincar pembalap bintang. Maka penting juga untuk memberi kesempatan bagi pembalap muda menjadi bintang masa depan,” kata KTM Head of Motorsports Pit Beirer.