Yamaha VR46 rider
0
232

Masuk Tahap Awal, Calon Murid Yamaha VR46 Asal Indonesia Jalani Medical Check-up

Gilamotor.com – Seleksi yang ketat membuat pembalap muda tanah air, Muhammad Faerozi Toreqottulah harus memasuki tahap awal seleksi program Yamaha VR46 Master Camp. Adapun tahapan awal yang harus dilalui adalah medical check-up Gilmoters.

Faeroz adalah pembalap Muda Yamaha Indonesia berumur 15 tahun, bersama 3 pembalap Asia lainnya Malaysia yakni Muhammad Aiman Bin Tahiruddin 16 tahun, kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (18 tahun) dan Shota Yokohama asal Jepang (16 tahun).

(Baca juga: Komunitas Suzuki Motor Pulogadung Lakukan Touring Merdeka)

“Sungguh hal yang luar biasa, bahwa kami dapat menyambut para pembalap berbakat di Yamaha VR46 Master Camp. Program pelatihan telah berjalan cukup lama sejak kami mulai tahun 2016, dan kami akan mencoba untuk membuat edisi keenam ini sebagai yang terbaik. Peserta terbaru ini adalah dari Asia,” tukas Alessio Salucci dari Yamaha VR46 Riders Academy.

Alessio juga menambahkan bahwa calon murid sangatlah membutuhkan keterampilan pelatihan yang tidak digunakan di negara asalnya. Dirinya beserta tim Yamaha VR46 academy amat sangat senang untuk membantu para pembalap yang ingin meningkatkan level balap mereka, Gilmoters.

“Kami melihat banyak talenta dari Asia masuk dalam semua kelas di kejuaraan MotoGP dan kami berharap dengan bantuan kami minggu ini, para peserta dapat dilengkapi hingga tahu bagaimana mewujudkan impian mereka,” kata Alessio.

Tahap awal ini bertujuan untuk mengetahui dan mengontol kondisi tubuh atau kesehatan secara menyeluruh sebelum masuk master camp. Medical Check-up menyangkut langkah mengukur tinggi dan berat badan, di mana Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur memiliki bobot 51 kg dan tinggi 168 cm.

Kemudian juga dilakukan Pony Spirometer, pemeriksaan torax (pernafasan), pemeriksaan tekanan darah, Cardioline (6 titik di bagian kaki, tangan dan dada) sebelum aktivitas dan lanjut Cardioline lagi (6 titik di bagian kaki, tangan dan dada sesudah aktivitas selama 3 menit). Cardioline ini berhubungan dengan pengukuran detak jantung dan asupan oksigen.

“Pertama-tama, saya ingin berterima-kasih kepada Yamaha atas dukungan dan keyakinan mereka pada saya. Saya ingin menggunakan pengalaman ini untuk meningkatkan keterampilan balap saya di masa depan. Jadi saya dapat menggunakannya ketika saya pulang ke tanah air. Saya sangat gembira tentang prospek latihan flat-track di VR46 Motor Ranch dan juga dapat latihan di Sirkuit Misano,” tutup Faerozi.