47
7632

Pelajaran Di Balik Wafatnya Denny Triyugo, Jangan Pakai Helm Yang Pernah Terjatuh

GILAMOTOR.com – Wafatnya seorang pembalap Indoprix Denny Triyugo Laksono setelah mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas Indoprix 2014 di Sirkuit Sentul Kecil, Bogor, jelas meninggalkan duka mendalam bagi insan balap Indonesia. [Baca : Kecelakaan di FP2 Indoprix Seri 3, Pembalap Denny Triyugo Wafat]

Di balik insiden itu, ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Denny diketahui mengalami cedera kepala dan harus menjalani operasi. Ada pendaharan di otaknya akibat benturan keras saat terjatuh. Padahal saat kejadian, Denny sudah menggunakan perlengkapan balap yang lengkap termasuk helm full face. [Baca : In Memoriam : Selamat Jalan Denny Triyugo Laksono]

Wafatnya Denny pun menimbulkan perdebatan soal kualitas helm.

Lantas apa yang bisa dipelajari dari peristiwa itu? Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita lihat pristiwa demi peristiwa yang dialami Denny sebelum mengalami kecelakaan fatal.

Diketahui, sebelum kecelakaan fatal itu terjadi, Denny sempat terjatuh dan pingsan. Dan setelah itu, Denny mengaku suka merasa sakit kepala dan ngeblank. Di katakan pembalap Suzuki, Ocvan, kalau saat latihan hari Jumat Denny sempat jatuh dan pingsan. “Saat latihan Jumat, Denny sempat terjatuh dan tak sadarkan diri karena kepalanya mengalami benturan,” kata Ocvan seperti dikutip Dapurpacu.com.

Ocvan juga menuturkan sebelum latihan, Denny mengeluh sering blank atau tidak konsentrasi alias kosong. [Baca : Denny Triyugo Di Mata Sahabat Dan Pesannya Sebelum Wafat]

“Dari beberapa rekan satu timnya yang cerita sama saya, kalau Denny, memang sering mengeluh sering pusing dan kurang konsen, tapi dirinya memaksakan untuk tetap ikut latihan,” tutur Ocvan.

Ocvan pun berpesan, seharusnya hal tersebut menjadi pelajaran bagi semua, jika memang kondisi kesehatan tidak mendukung sebaiknya jangan memaksakan diri supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain masalah fisik, masalah riding gear seperti helm pun harus diperhatikan. Memang terdengar aneh dan jadi pertanyaan, meski sudah menggunakan helm tapi mengalami cedera kepala yang parah.

Untuk hal ini, bisa kita pelajari dan pahami beberapa masukan dari praktisi yang paham soal helm. Ada pendapat apabila helm sudah pernah jatuh setidaknya dari ketinggian 1 meter sebaiknya jangan dipakai lagi, apalagi sudah terbentur dengan keras.

Simon Mulyadi Promotion Manager PT. Tarakusuma Indah, produsen helm KYT memaparkan,

“Helm umumnya mempunyai masa kadaluarsa atau masa berlaku 3 tahun. Selain itu, apabila helm sudah pernah terjatuh dari ketinggian 2,5 meter atau pernah terbentur keras apalagi di ajang balap maka sebaiknya helam tersebut jangan dipakai lagi,” kata Simon.

Benturan keras itu akan memengaruhi struktur dan kekuatan helm.

Ungkapan Simon diamini oleh Jusri Pulubuhu, Training Director JDDC, “Helm yang sudah pernah jatuh atau terbentur setara 0,5-0,5 G sebaiknya jangan dipakai lagi apa lagi buat ajang balap. Kalau hanya terseret tetapi tidak terbentur seperti di atas masih bisa dipakai,” papar Jusri.

Justri pun memberikan tips merawat helm yang benar, “Helm jangan dijemur langsung kena panas matahari karena dapat merusak struktur helm tersebut. Kalau membersihkan nya jangan menggunakan cairan pembersih helm yang mengandung zat kimia, cukup dengan air saja. Helm pun tidak boleh ditempeli stiker apalagi dicat ulang atau airbrush, ini juga dapat mengakibatkan kerusakan struktur helm yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

“Masyarakat biasanya menggunakan helm hanya karena peraturan atau takut kepada aparat, bukan karena kesadaran akan pentingnya helm buat keselamatan. Padahal helm merupakan alat keselamatan yang fital karena helm dapat mengurangi cidera serius kepala apa bila terjadi benturan,” tegas Jusri.

“Ini menjadi pelajaran buat semua pembalap atau produsen helm, kalau helm sudah pernah crash jangan dipakai lagi. Mending langsung buang. Helm yang dipakai Denny pernah mengalami crash,” ucap Adri mekanik yang pernah menangani motor Denny Triyugo.

Teks: Joppie, Jayadi | Foto: Jayadi

47 COMMENTS

  1. Sempat discus kecil bersama Pak jusri dan Pak Fredy.pada hari minggu yg lalu ketika beliau2 pulang dari perjalanan touring ke lampung.
    khusus untuk masalah Dany triyugo….saya berpendapat seharusnya pada eksident pertama minimal pada eksudent kedua.fihak managent pembalap sudah harus melakukan medical chek up terutama di bagian kepala…city rcan…karna yang sering terjadi dalam eksident terutama benturan di bagian kepala,sekalipun menggunakan helm yg sudah memenuhi standart tetapi yg harus menjadi perhatian aadalah efek dari benturan pada bagian kepala dapat mengakibatkan goncangan atau pergeseran pada otak kecil.yang biasa di sebut gegar otak.kembali lagi dari hasil chek up apa hal tersebut terjadi atau tidak.ada kemungkinan yg terjadi pada alm.dany triyugo adalah gegar otak ringan.hal ini cendrung di abaikan oleh oenderita….karna masih dapat melakukan aktifitas.tetapi jika masih terus di abaikan bahkan masih dilanjutkan latihan…mska akan sangat terasa efeknya yaitu blank dan yang paling parah adalah kehilangan keseimbangan tubuh.karna tidak bekerja dengan baiknya motorik keseimbangan yg terdapat pada otak kecil…..
    next mungkin ada baiknya fihak terkait mengubah regulasi dan memperketat regulasi medical chek.mungkin dengan memberlakukan regulasi yg ketat.akan tidak terulang lagi kejadian serupa.
    sekedar saran untuk regulasi.
    * Rider harus lulus dalam medical chek up.
    * Rider yang menderita gegar otak di larang turun dalam latihan apalagi race dalam waktu tertentu.
    * Rider yang terjatuh saat latihan atau race harus di lakukan medical chek up…termasuk city scan.
    mudah mudahan bermanfaat.

  2. Ukuran Helm “harus pas”,tidak longgar dan tidak sempit. Bila longgar akan menimbulkan effek bola bilyar(keteranganya panjang) dimana benturan dari jalan akan diteruskan oleh helm kekepala pengendara dan malah menyebabkan “gegar otak”.Bila sempit peredaran darah di kepala terganggu

  3. Sebelumnya saya turut berduka cita atas meninggalnya rider kita triyugo. Sungguh apapun yg terjadi semua sdh terjadi. Tinggal kitanya aja yg harus sadar akan pentingnya memakai helm. Bagi sobat semua, ini adalah pelajaran yg berharga.. karena yg pakai helm aja terjatuh bisa meninggal. Apalagi jika tdk pakai helm lalu terjatuh? Hmmm.. keep safety riding sob.

  4. I’m actually prttey excited about this, notwithstanding the pessimistic comments. I’m going to relive the LP2 days tomorrow on my PS3 when I get home. The game looks prttey good. I don’t know how I feel about the move to single player, but at the same token games like Skyrim have done exceptionally well as a single player campaign. Not saying this game is on par with Skyrim but it should be fun to see how this will fare in the long run. About the change to UE3, I’m prttey skeptical. MTF looked good on LP2, so I don’t really know how this game will play on a new engine. Maybe it will look like Gears? I don’t know. All I know is that I’m excited about the story. Been a longtime fan of Capcom games.VN:R_U [1.9.17_1161](from 0 votes)

  5. I just want to say I am very new to blogging and certainly loved your blog. More than likely I’m planning to bookmark your site . You definitely have exceptional articles. Many thanks for sharing your web page.