Workshop IMI
Foto : Ikatan Motor Indonesia
1
1016

Ingin Majukan Dunia Balap, IMI Kembali Gelar Workshop

Gilamotor.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) kembali menggelar workshop bertajuk Standing and Growing Together, Gilmoters. Dalam workshop yang berlangsung di Jakarta Selatan (8/3) lalu ini, IMI berencana untuk melakukan improvisasi terkait regulasi yang ada pada kejuaraan balap.

Menurut M. Riyanto selaku perwakilan IMI Pusat yang menjadi pembicara dalam workshop ini, IMI merupakan pilar utama yang mengemban tugas untuk menegakkan regulasi terkait suatu perlombaan. Namun seiring perubahan zaman, diperlukan pembaruan-pembaruan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari penyelenggaraan kejuaraan.

“IMI selalu melakukan transformasi pengetahuan, bukan hanya sekadar organisasi yang berada tetap di suatu masa. Regulasi yang diterapkan IMI sifatnya tidak linear, namun juga lateral dan bersifat menjangkau hal-hal yang baru. Kita pasti memerlukan evaluasi jika suatu penyelenggaraan event telah selesai. Hal itulah yang kemudian menjadi kebutuhan kita dalam melakukan improvisasi terhadap kualitas suatu event,” ungkap Riyanto.

Sementara itu, dalam workshop yang dihadiri oleh 14 promotor balap yang tersebar luas dari Pengurus Provinsi IMI se-Indonesia tersebut, Tjahyadi Gunawan selaku promotor senior turut membagikan beberapa tips kepada para peserta.

Pria yang akrab disapa Gunawan itu menegaskan bahwa seharusnya promotor-promotor balap memegang teguh regulasi atau peraturan-peraturan yang sudah disusun oleh IMI. “Sebaiknya, kita sebagai event organizer tidak melenceng dari buku peraturan yang sudah ditetapkan oleh IMI. Asal kita menyelenggarakan event sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan IMI, segala bentuk protes atau pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dapat teratasi dengan baik.”

“Karena perlu diingat, promotor memerlukan kejujuran dan integritas guna menjadikan suatu kejuaraan memiliki kualitas yang tinggi. Tak hanya itu, apabila kita tidak mengacu pada peraturan, maka akan ada skors yang dijatuhkan oleh IMI sehingga akan merugikan pihak penyelenggara yang bersangkutan,” tutup Gunawan. (okz)

1 COMMENT