0
1126

Waspada Banjir, Ini yang Perlu Dilakukan Jika Oli Tercampur Air

GilaMotor.com – Tanda-tanda musim hujan tiba sudah terlihat, Gilmoters. Setidaknya bagi mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, di mana hujan deras kerap turun selama beberapa hari belakang. Bang Gilmot sih berdoa nggak sampai terjadi banjir.

Tapi kalau ngomong-ngomong masalah banjir, fenomena ini memang merepotkan. Tak terkecuali buat mereka yang memiliki sepeda motor. Sudah nggak terhitung berapa banyak motor yang menjadi “korban” banjir.

Walau nggak sampai hanyut, tapi saat motor terendam banjir maka kemungkinan ada air yang masuk ke mesin, bercampur dengan oli. Kalau sudah begini butuh upaya ekstra untuk ngeberesinnya. Buat pengetahuan dan jaga-jaga, maka dalam artikel kali ini Bang Gilmot pengin bahas apa sih yang harus dilakukan saat oli tercampur air di dalam mesin.

Untuk membereskan masalah itu, langkah paling aman yang perlu diambil adalah dengan melakukan engine flush. Namun sebelum itu, ada baiknya ketahui dulu tanda-tanda ada air yang bercampur dengan oli di dalam mesin.

Tanda-tanda oli mesin tercampur air

Untuk mengetahuinya, kita bisa melihat dari dipstick dan perhatikan warna olinya. Oli yang tercampur air di dalan mesin, warnanya akan menjadi kecoklatan. Jadi kayak kopi susu kalau orang bilang. Tanda-tanda lainnya ialah kenalpot mengeluarkan bau nggak enak, semacam sangit gitu, Gilmoters.

Saat oli tercampur air, mesin motor memang tetap bisa dinyalakan. Meski laju motor jadi nggak enak, terasa tersendat-sendat. Kalau Gilmoters melihat adanya tanda-tanda seperti yang sudah disebutkan setelah motor kena banjir, maka jangan lagi nyalakan mesin motor dan segera lakukan langkah pembersihannya.

Membersihkan oli motor tercampur air

Langkah pertama yang perlu dilakukan ialah dengan mempersiapkan alat-alat yang biasa diperlukan untuk mengganti oli. Meliputi, wadah untuk oli bekas, kunci untuk membuka baut pembuangan oli, corong plastik, dan lap bersih.

Selanjutnya, Gilmoters bisa membuang oli di dalam mesin yang diduga telah tercampur air. Diamkan sampai oli benar-benar habis dan nggak perlu menyemprotkan air bertekanan. Nah, dari poin ini mungkin Gilmoters akan membutuhkan jumlah oli baru yang lebih banyak dari biasanya.

Gilmoters lalu bisa mengisi oli baru. Nyalakan mesin beberapa saat, sekitar 15 menit. Pada poin ini kita berharap oli baru tersebut bisa mengangkat sisa-sisa air yang tertinggal di dalam mesin. Makanya, setelah itu matikan mesin dan buang lagi olinya. Perhatikan apakah masih ada tanda-tanda sisa air pada oli tersebut, seperti bercak-bercak kecoklatan.

Dalam kasus-kasus tertentu, misal saat terendam banjir cukup parah, kita perlu mengulangi langkah ini hingga mesin benar-benar bebas air. Namun bila pada langkah ini mesin diilihat sudah bersih, maka tinggal masukkan oli baru dan siap dipakai lagi.