0
1029

Baru Keluar Showroom, Benelli Patagonian Eagle Ini Langsung Dipotong

Gilamotor.com – Dunia kustom khususnya roda dua di Indonesia belakangan kian berkembang pesat Gilmoters. Beragam inovasi buah olah ide para builder membuat orang makin gandrung dengan motor kustom. Nggak heran kalau mereka rela melakukan apa saja demi tampil beda. Kayak Gilmoters yang satu ini nih. Biarpun baru nyemplung di ranah kustom, cowok yang punya nama Adrian ini rela kalau Benelli Patagonian Eagle yang masih bau showroom langsung dipotong-potong. Gokil nggak tuh? Padahal surat juga belum keluar. Heheheee…

(Baca juga:  Dijual Puluhan Juta Motor Mini Honda Monkey Punya Sejarah Lucu)

“Untuk main motor kustom saya sih baru. Walaupun keinginannya sudah lama namun baru sekarang bisa terwujud. Dari awal memang sudah tertarik sama Benelli Patagonian Eagle. Jadi pas dikirim dari showroom, langsung saya bawa ke Puspa Kediri Custom (PKC) untuk dikustom,” buka Adrian saat dihubungi Bang Gilmot.

Oh iya Gilmoters. Benelli Patagonian Eagle memang sekarang memang lagi naik daun nih. Cukup banyak orang yang kesengsem sama tampilan motor yang tampang standarnya memang sudah chopper banget. Nggak salah deh Pak Steven Kentjana Putra selaku Direktur PT Benelli Motor Indonesia menjual motor ini di Indonesia. Suara knalpotnya itu loh yang bikin isi dompet keluar.

Balik lagi ke proyeknya Adrian ya Gilmoters. Karena merasa masih bau kencur di dunia motor kustom, makanya Adrian merasa butuh ngobrol banyak dengan builder dari PKC. Nggak cuma sekedar ngobrol ya Gilmoters, sambil bincang-bincang nggak tahunya Mas Aris sang builder sudah menggambar sketsa motor yang diinginkan. Tentunya dengan beberapa masukan agar bisa mewujudkan motor impian konsumennya.

Lebih lanjut Aris juga menceritakan proses pembuatan motor kustom yang kali ini bakal digarap dengan konsep bobber. “Awalnya dia mau konsep bobber semi chopper. Bentuknya kurang lebih seperti ini, tapi suspensi depan lebih panjang. Nah karena gue tahu dia pemain baru, jadi gue kasih masukan untuk suspensi depan supaya tidak bahaya,” tambah Aris.

Proses pengerjaan tentunya masih sama seperti motor kustom biasanya. Motor ini ditelanjangin sampai hanya tersisamesin dan suspensi depan. Lalu buat rangkanya nggak asal buat. Mas Aris sengaja menyesuaikan tinggi badan dari pemilik motor alias fitting dengan desain frame yang digarapnya. Tujuannya sih agar yang punya motor nantinya tetap nyaman saat riding. Walaupun tentunya kenyamanan motor kustom nggak bisa disamakan dengan kenyamanan motor standar ya Gilmoters.

Berbekal gambar sketsa tadi, akhirnya Aris meracik konsep yang diinginkan dengan mengimplementasikan stang baplang, tangki bensin dengan kapasitas 8 liter, jok single hingga sepasang laras knalpot yang menjulang ke atas.

Namanya juga motor kustom, otomatis Aris juga harus memikirkan penempatan untuk bagian kelistrikan juga dong. Biar tetap terlihat clean dan slim, komponen-komponen seperti aki, kiprok, CDI dan teman-temannya disembunyikan di kolong jok dan ditempatkan dibalik tabung dan kotak di tengah sasis. 

“Hampir keseluruhan besi-besi yang menempel di motor ini dibuat secara hand made. Sementara selebihnya kita beli piranti aftermarket seperti velg TK berukuran 21 di depan dan 16 di belakang, serta beberapa aksesoris lainnya. Yang pasti, motor ini cocok untuk pengguna motor kustom pemula,” ujar Aris.

Sebagai jurus pamungkas, si pemilik yang dulunya hobi bangun motor drag lebih memilih warna-warna yang kalem. Alasannya, “Suaranya sekarang sudah makin gahar, makanya saya minta warnanya yang kalem saja supaya terlihat sangar.”

Kalo Bang Gilmot boleh kasih masukan sih, untuk kabel-kabel dan kelistrikan lebih dirapikan lagi nih Gilmoters. Soalnya masih banyak penggunaan cable ties di sana-sini. Tapi sekali lagi Bang Gilmot salut dan acungin dua jempol deh untuk Gilmoters yang sudah berani menumbalkan motor barunya buat dipotong-potong.