0
600

Jangan Samakan Perawatan Wearpack Dengan Jaket Biasa

Gilamotor.com – Perawatan apparel berkendara ataupun apparel balap tentunya harus dilakukan, terlebih fungsinya untuk meminimalisir saat terjadi kecelakaan. Tetapi dalam perawatan jangan kalian sama ratakan prosesnya Gilmoters, pasalnya setiap apparel punya cara atau proses yang berbeda beda. Jika biasanya apparel harian bisa kalian cuci dengan merendam dengan air dan sabun, cara ini tidak berlaku untuk apparel balap seperti wearpack.

Wearpack memiliki fungsi penting ketika balap, salah dalam perawatan bisa beerbahaya untuk kenyamanan dan keamanan pembalap Gilmoters. Libur balap seperti saat ini membuat pembalap Astra Honda Racing Team harus melakukan perawatan yang berbeda seperti biasanya.

(Baca juga: Motor Yamaha Spesial Edition Kembali Hadir, Gilmoters Wajib Punya)

Herjun Atna Firdaus, pebalap 15 tahun asal Pati, Jawa Tengah, mengaku punya tiga jurus agar baju balapnya siap pakai setiap saat. Selain menjemurnya setelah pemakaian, dia menyiapkan tempat penyimpanan khusus yang tidak lembab, dengan harapan jamur menjauh. ”Saya juga selalu menyemprotnya dengan pewangi,” ucap Herjun yang tahun ini terjun di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 itu.

Cara yang lebih kompleks dilakukan Lucky Hendriansya. Pebalap yang juga turun di ARRC kelas AP250 selalu membersihkan wearpack menggunakan lap basah usai balap berlangsung. ”Tapi sebelumnya, saya selalu menyemprot angin (bertekanan tinggi/ menggunakan kompresor) pada bagian dalamnya. Setelah itu, bahan kulitnya dibersihkan pakai leather lotion care. Kalau jeda lama seperti sekarang, saya simpan di ruangan yang tak terkena matahari langsung dan tak lembab,” jelas Lucky.

Begitu juga dengan Rheza Danica Ahrens, pebalap yang tahun ini masih turun di kelas SS600 ajang ARRC, Selain mengeringkan bagian dalam Rheza juga membersihkan bagian luar yang berbahan kulit dengan bahan khusus agar debu atau jamur tak menempel. Caranya bisa dengan dilap atau disikat pelan Gilmoters.