0
815

Usai Kecelakaan Johann Zarco Disebut ‘Setengah Pembunuh’

Gilamotor.com – Kecelakaan hebat pada race MotoGP Austria 2020 yang berlangsung di sirkuit Red Bull Ring akhir pekan lalu membuat bendera merah dikibarkan dan balap dihentikan sesaat. Hal ini menyulut emosi Franco Morbidelli pembalap Petronas Yamaha SRT dengan mengeluarkan kata – kata ‘Sang Pembunuh’ untuk Johann Zarco.

Kecelakaan terjadi saat Morbidelli dan Zarco sedang memperebutkan posisi delapan dan kecelakaan terjadi di tikungan tiga pada lap 9. Kondisi motor yang hancur membuat prasangka buruk terjadi, keberuntungan membuat kedua pembalap tidak mengalami cidera serius.

(Baca juga: Katalis Motor Listrik Karya Anak Indonesia Tampil Gagah di Makau)

Yang lebih mendebarkan lagi tergulingnya motor YZR-M1 milik Morbidelli dan motor Desmosedici GP19 milik Zarco yang hampir menghantam Maverick Vinales dan Valentino Rossi yang justru berada di posisi depan.

“Ia adalah ‘setengah pembunuh. Mengerem dengan cara seperti itu dalam kecepatan 300 km/jam, berarti Anda tak memedulikan diri Anda sendiri dan semua orang yang juga balapan dengan Anda.” Buka Morbidelli kepada Sky Sport.

Morbidelli juga mengatakan agar Zarco merenung atas apa yang dilakukan, selain membahayakan orang lain juga untuk dirinya.

“Saya berharap kecelakaan hebat ini membuat Johann merenung. Manuver itu berbahaya untuk saya, untuk dirinya sendiri, serta untuk Vale dan Maverick, yang ada di depan ketika mereka melaju di tikungan lambat dan kaget melihat sebuah motor melayang ke arah wajah mereka dalam kecepatan 280 km/jam,” lanjut Morbidelli.

Kecelakaan tersebut mengundang banyak komentar, padahal Zarco mengaku telah bicara langsung dengan Morbidelli dan bahkan berpelukan saat keduanya ditangani di Medical Center, dan telah mengobrol panjang dengan Rossi sebelum menjalani media debrief.

Dan Zarco mengaku muak atas komentar hingga kini yang menyudutkan dirinya salah. “Saya agak muak melihat buntut dari peristiwa ini. Saya sudah menjelaskan sudut pandang saya pada Minggu malam pada Franco dan Vale, dan kemudian mereka mengakui bahwa manuver saya tidak gila,” ujar Zarco.

Kelanjutannya Zarco juga akan mencoba menjelaskan pada race director, dan Zarco akan menjalani operasi di Modena Italia serta Zarco bertekad tetap balapan di MotoGP Styria akhir pekan ini.

“Akhirnya, saya yang cedera dan saya juga yang dituduh. Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports) membuat saya paham bahwa sangat penting bagi saya untuk menjelaskan sudut pandang saya, dan saya akan melakukannya di hadapan para ofisial (Race Direction) seperti yang saya lakukan usai balap dengan Franco dan Vale,” katanya.