0
378

Tanpa Ugal Ugalan Sunmori LA 32 Riders Bisa Jadi Panutan

Gilamotor.com – Kegiatan bikers memang harus memberikan dampak positif untuk massyarakat Gilmoters, seperti yang dilakukan alumni IISIP Jakarta atau biasa dikenal LA 32 Riders.

Kegiatan sosial yang dibalut sunday morning ride (Sunmori) bisa jadi panutan Gilmoters yang masih suka ugal ugalan ketika riding di hari Minggu pagi nih.

(Baca juga: Morning Ride Jadi Kegiatan Awal Tahun 2021 Komunitas Bold Riders Lampung)

Berlangsung tanggal (24/1) 15 sepeda motor mengawali perjalanan dari wilayah Cibinong dengan tujuan Pondok Tahfiz Abu Dzar yang berlokasi di Cipamingkis, Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat.

Walaupun diguyur hujan tidak membuat LA 32 Riders pundung, dengan mengenakan jas hujan perjalanan dengan jarak puluhan kilo meter ini bisa ditempuh dengan waktu 1 jam 30 menit Gilmoters.

Jalur berbukit dengan pemandangan indah di Jawa Barat tentunya menjadi vitamin dalam perjalanan ini. Tepat pukul 11.30 rombongan LA 32 Riders tiba di pondok Abu Dzar. Seluruh anggota disambut hangat oleh pemilik pondok, Yunita dan Ustad Firstiawan. Yang menarik, Yunita adalah alumni IISIP Jakarta angkatan 1995.

Bincang santai sambil bertukar pikiran dan bercerita awal kisah dari Pondok Pesantren ini menjadi pembukaan dalam kegiatan sosial ini Gilmoters, dan ternyata pondok ini terbilang anyar pasalnya resmi didirikan pada 2020 lalu.

“Pondok ini didirikan atas permintaan dari masyarakat. Banyak masyarakat yang menginginkan adanya pondok yang bisa dijadikan sebagai wadah untuk belajar Al-Quran. Akhirnya kami mendirikan pondok Abu Dzar ini,” kenang Ustaz Firstiawan.

Tidak elok rasanya jika menolak makan siang sambil berbagi cerita diperjalanan, usai mengisi perut dan ibadah bagi umat islam acara pun berlanjut dengan penyerahan secara seremonial berupa 33 Al-Quran saku dan 55 sak semen oleh Founder LA 32 Riders, Yusuf Arief kepada pihak pengelola pondok.

Ditambah lagi beberapa kebutuhan pangan dan bibit tanaman untuk menghijaukan lokasi pondok. Seluruh donasi ini merupakan hasil urunan dari member LA 32 Riders Gilmoters.

“Sunmori ini sengaja kami kemas dalam kegiatan sosial. Artinya kegiatan yang kami gelar ini dapat memberikan manfaat bagi orang lain sesuai dengan misi LA 32 Riders” ujar Deni Razak selaku Road Captain LA 32 Riders.

Ustaz Firstiawan mengapresiasi kegiatan LA 32 Riders sekaligus berterima kasih karena sudah memberikan apa yang menjadi kebutuhan para santri di pondok. “Sejujurnya, Al-Quran saku ini merupakan sesuatu yang sangat mahal bagi santri. Kami sangat senang dan sangat berbahagia atas pemberian dari teman-teman LA 32 Riders. Semoga semua pemberian ini bisa mendapatkan balasan yang berlipat ganda,” ucapnya.

Perjalanan pulang berlanjut dengan melintasi jalur utama Puncak 2 menuju Bogor dengan jarak sejauh 70 km. Kendati baru terbentuk pada bulan Agustus 2020, LA 32 Riders telah menjadi ajang guyup pengguna sepeda motor para alumni IISIP Jakarta.

Mengusung tagline #salamsatuaspalsatukampustercinta, LA 32 Riders ini terbuka untuk semua Alumni IISIP Jakarta dan terbuka untuk semua merek dan tipe sepeda motor baik lansiran tahun tua atau tahun terbaru, yang penting memenuhi standar safety.