0
647

Etika Touring Sepeda Motor Supaya Tidak Dibilang Norak

Gilmotor.com – Touring menjadi kegiatan yang sangat mengasikan Gilmoters, terlebih perjalanan dilalui bersama teman teman, walaupun dimasa pandemi protokol kesehatan tetap harus kalian jalankan.

Supaya touring tidak terlihat norak tentunya ada beberapa pengetahuan yang harus kalian jalankan. Tidak jarang perjalanan touring terlihat norak jika kalian arogan dan merugikan pejalan lain, betul tidak Gilmoters?

(Baca juga: Tips Ringan Touring Dikala Pandemi Covid-19)

Menyambut libur panjang esok tampaknya banyak dari Gilmoters yang akan melakukan touring, namun kalian harus tau etika touring sepeda motor dari Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.

Menurut Ludhy Kusuma perjalanan jarak jauh secara berkelompok wajib memperhatikan etika dalam berkendara agar tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara lain.

Hal pertama adalah perhatikan penggunaan lampu hazard, pada dasarnya lampu hazard diperuntukan saat keadaan darurat semisal motor mogok, menepi di tempat gelap dan sebagainya. Bahkan UU No. 22 tahun 2009 dan Norma Safety menyebutkan, lampu hazard hanya digunakan dalam situasi darurat dan kondisi berbahaya. “Tidak diperbolehkan digunakan pada kesempatan lain seperti konvoi atau bergerak lurus di perempatan jalan,” ujar Ludhy.

Kedua tidak mengganggu pengguna jalan lain, sopan dan mentaati aturan lalu lintas. Terlebih jika Gilmoters tidak mendapat pengawalan dari pihak berwenang, ada baiknya tetap mematuhi peraturan lalu lintas.

Ketiga melakukan pre-convoy meeting, disaat melakukan perjalanan touring Gilmoters sudah harus lebih tau dulu group riding officer di setiap rombongan yang terdiri dari Road Captain (RC) dan Safety Officers (Blockers, Mid Officers, dan Sweeper) dengan tugas tugas yang berbeda.

Dalam pre-convoy meeting yang wajib dihadiri seluruh perserta nantinya akan disebutkan nama petugas dan urutan rombongan selain itu semua peserta riding memahami dan mampu melakukan signal communication, tertib berlalu lintas, tidak arogan, tidak eksklusif, dan tidak saling menyalip.

Keempat, pastikan tidak membawa beban yang berlebih karena bisa mempengaruhi keseimbangan dan menurunkan kualitas kendali sepeda motor. “Jika ada pengendara mengantuk ketika berkendara, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak,” ujar Ludhy.

Kelima, saat konvoi dalam rombongan jumlah besar misalnya lebih dari 100 motor, dengan alasan keselamatan, kenyamanan bagi anggota konvoi dan pengguna jalan lainnya, maka setiap grup riding idealnya tidak melebihi 20 bikers yang didalam nya ada group riding officer.

Sebelum melakukan touring dengan jarak jauh,jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan tubuh ringan agar membuat tubuh kita menjadi lebih rileks dan memiliki respon yang baik apabila ada suatu potensi bahaya di jalan raya, jangan lupa untuk selalu #Cari_Aman saat berkendara dan berdoa. Selamat berlibur Gilmoters.