0
851

Mengenal Gina Bovaird, Pembalap Wanita Pertama Di MotoGP

MotoGP merupakan ajang balap motor profesional paling atas yang memiliki 4 kasta, ada MotoGP, Moto2, Moto3, dan terakhir MotoE. Tiga tingkat teratas menggunakan motor 4-Tak sedangkan tingkat pertandingan yang terakhir menggunakan motor listrik.
Di dunia balap terlebih lagi untuk sekelas MotoGP memang selalu diidentikan dengan laki – laki. Olahraga yang cukup berisiko ini membuat minat wanita kurang sreg untuk menekuni olahraga adu kecepatan tersebut. Namun bukan berarti tidak ada pembalap MotoGP dengan jenis kelamin wanita.

Wanita asal Boston, US ini menjadikan dirinya sebagai wanita pertama yang menjalani balapan di kelas MotoGP. Ialah Gina Bovaird, namanya terpampang pada gelaran GP Prancis di tahun 1982.

Gina Bovaird, wanita kelahiran Boston, Massachusetts 29 Mei 1949 adalah mantan pembalap Amerika Serikat yang berkarir di kelas tertinggi ajang balap motor yakni MotoGP .

Gina Bovaird juga menjadi wanita pertama yang mampu menyegel tempat di 10 besar ajang balap kelas bawah yaitu AMA Superbike. Diawali pada 1979 ia ikut dalam ajang balap Daytona 200 dalam race bertajuk Daytona International Speedway yang cukup fenomenal di Amerika Serikat. Dalam ajang tersebut ia keluar sebagai pendatang baru dengan raihan tercepat yaitu dengan 228 km/jam. Bovaird pada 1980 mendapat undangan dari penyelenggara balapan di Brands Hatch di Inggris Raya, dimana ia kala itu menunggangi Yamaha TZ 500 warna putih yang kurang dikenal masyarakat.

Lalu pada 1981 ia mencoba untuk masuk balapan di kelas 500cc MotoGP, namun keberhasilan belum ia dapati. Lalu akhirnya ia berkompetisi di kelas 125 cc.
Baru pada 1982 , bersama tim balap dari Jepang ia berhasil mengikuti Motogp live Prancis di Sirkuit Nogaro. Kala itu Bovaird sebelumnya berhasil lolos di grid awal dengan tunggangan yang sama, Yamaha TZ 500. Namun nahas ia belum juga menemukan performa terbaiknya.

Perjalanan Bovaird menjadi rider wanita yang harus bersaing dengan para pria memang bukanlah hal mudah, namun kehadirannya mampu memberi warna lebih feminin saat Motogp live. Gina Bovaird beberapa kali gagal untuk mengikuti race MotoGP di kelas 500 cc.

Keberuntungannya pun baru hadir pada 1982,seperti yang sudah disebutkan tadi dimana tim balap dari Jepang berani merekrut wanita tangguh tersebut.

Keberanian Bovaird untuk menekuni minat nya di MotoGP membuat ia menjadi wanita pertama yang bersaing di kelas utama MotoGP. Jika saat ini ada talenta wanita seperti Bovaird mungkin Motogp live lebih memiliki sisi yang feminin.