0
494

Perbedaan bahan Helm Retro Bogo

Bagian paling luar pada helm atau disebut cangkang bisa memiliki varian material yang berbeda untuk bahannya. Bahan yang umum digunakan dalam pembuatan helm retro bogo meliputi ABS atau Acrylonitrile Butadiene Styrene, Tri-Fiber Composite, dan terakhir ada Full Carbon. Yang akan coba dijelaskan pada artikel di bawah ini.

ABS, Lebih Ekonomis Dan Awet
ABS memiliki bahan dasar dengan material plastik. Material plastik yang digunakan juga sama dengan bahan pembuatan body motor. Helm jenis ABS ini biasanya diproduksi secara massal dengan pembuatan berbasis mesin. Hal tersebut mampu menekan biaya produksi dan menyebabkan harga jual; helm ABS ini lebih ekonomis ketimbang helm dengan jenis lain. Meski demikian, helm ABS terbukti kuat dan cukup awet.

Helm dengan material ini akan berubah bentuk menjadi agak lebih besar pada suhu 150 derajat Celsius atau lebih karena bahan plastik yang mengembang saat terkena panas. Namun suhu tersebut masih dikategorikan aman oleh SNI. Maka dari itu berbagai merk cukup banyak yang memproduksi helm retro bogo dengan jenis ABS.

Tri-Fiber Composite, Campuran Tiga Material
Tri-fiber composite merupakan helm yang dibuat dengan campuran 3 bahan yang berbeda. Fiber, kevlar, dan karbon diformulasikan sebaik mungkin untuk membentuk cangkang helm ini. Produk dengan 3 campuran bahan ini memiliki bobot lebih ringan dari helm retro bogo jenis ABS. Selisih bobotnya hingga 150 gram.

Ketika diangkat dengan tangan memang tidak terlalu signifikan perbedaan bobotnya, namun perbedaan bobot tersebut akan terasa ketika helm sudah dipakai saat berkendara. Lain cerita juga saat helm tersebut dibawa berkendara, selain lebih ringan dari jenis ABS, helm dengan bahan material campuran ini diklaim mampu menahan benturan dengan lebih baik.

Full Carbon, Kuat Dan Ringan
Jika kita menganggap tri-fiber composite memiliki bobot yang lebih ringan dari ABS. Maka bahan full carbon memiliki bobot yang jauh lebih ringan dari keduanya. Cangkang helm dengan jenis ini memiliki material yang seluruhnya tersusun dari serat karbon. Maka dari itu helm jenis ini adalah yang paling ringan ketimbang jenis lain.

Tidak cuma ringan, helm full carbon juga sudah terbukti aman dari benturan yang terjadi artinya pada jenis ini, bobot helm tidak mempengaruhi kekuatannya. Material yang digunakan juga umum digunakan untuk helm yang ada di Eropa dan Amerika Serikat. Karena kualitasnya yang cukup baik, maka harga helm ini dipatok agak tinggi.

Sekarang kita berbicara soal lisensi atau standar keamanan untuk helm, sebenarnya ada banyak standar yang digunakan. Seperti ada SNI yang cenderung fokus pada material helm. SNI sendiri punya standar bahwa helm tidak boleh ada perubahan bentuk di suhu 0–55 derajat Celcius selama minimal 4 jam. Selain itu bahannya tidak boleh membuat kulit pengendara menjadi iritasi.

Berbeda dengan standar DOT atau Department of Transportation, lisensi helm dari Amerika Serikat tersebut menekankan pada tali helm untuk menerapkan sistem double d-ring alias memiliki kunci ganda.

Lalu ada ECE dimana standar ini digunakan untuk ajang balapan. Lisensi ini umum diterapkan oleh produsen asal Eropa.

Semua pilihan ada di para pengguna, yang tinggal menentukan standar mana yang membuat berkendara lebih aman dan nyaman.