0
357

Bukan Modifikasi Ninja 2 Tak, Kawasaki Kembangkan Motor Hybrid Dengan Supercharged Listrik

Sepeda motor hybrid memang sedang menjadi trend tersendiri untuk motor bergaya futuristik. Memang belum banyak pabrikan yang membuat motor hybrid, namun menjadi sorotan tersendiri ketika suatu pabrikan memiliki motor hybrid.

Kali ini bukan soal modifikasi ninja 2 tak, Kawasaki menggebrak dengan teknologi hybrid yang dikombinasikan dengan teknologi milik Kawasaki, supercharger. Lebih khusus lagi, supercharged kali ini akan di supportdisupport dengan tenaga listrik.

Pada 29 Maret 2021 lalu, Kawasaki mengusung merek dagang “E-Boost” di Jepang untuk sejumlah produk, termasuk kombinasi sepeda motor hybrid dan listrik. Dengan adanya e-Boost ini diprediksi peningkatan akan mengacu pada mode hybrid dengan bantuan listrik, yang kali ini diwujudkan pada supercharged listrik.

Kawasaki memiliki sepeda motor supercharged dalam jajarannya selama beberapa tahun belakangan, seperti H2 , H2R , H2 SX, dan Z H2. Mereka semua menggunakan kompresor yang digerakkan oleh poros engkol mesin melalui rantai.

Alih-alih menggunakan koneksi mekanis ke mesin, supercharged listrik menggunakan penggerak listrik untuk memutar impeller. Secara teori, supercharged listrik akan bekerja secara instan, meminimalisir penundaan untuk menunggu mesin mencapai kecepatan optimal.

Namun kelemahan dari motor ini adalah supercharged listrik membutuhkan lebih banyak spare part, ditambah dengan motor dan baterai yang cukup besar untuk memberikan dorongan supercharged sesuai kebutuhan. Berbeda dengan sepeda motor bertenaga gas seperti modifikasi ninja 2 tak, yang tergolong sama seperti motor pada umumnya.

Supercharged listrik ini memiliki kelebihan pada model kendaraan yang dapat menggunakan kombinasi mesin bertenaga gas, motor listrik, dan supercharged. 

Motor memiliki poros output yang terhubung langsung ke supercharged. Poros output juga terhubung ke poros input transmisi melalui kopling satu arah. Kopling mengontrol apakah motor dapat menggerakkan poros input, dengan sepeda motor bekerja dalam mode listrik atau hybrid listrik.

Dalam mode listrik hibrida, mesin (E dalam indikator) dan motor (M) keduanya menggerakkan poros input. Dalam mode listrik, aktuator melepaskan kopling utama dan mesin berhenti, membiarkan motor menggerakkan poros input dengan sendirinya.

Sedangkan dalam mode HEV atau EV, gaya inersia dari deselerasi mengubah motor menjadi mode regenerasi.

Penting untuk dicatat bahwa dalam kedua mode tersebut, motor listrik berada di hulu transmisi. Sehingga sepeda motor masih dapat berpindah gigi bahkan dalam mode listrik. Tidak seperti kebanyakan sepeda motor listrik yang hanya beroperasi dengan satu gigi.

Dalam mode listrik hybrid, pembakaran internal menjadi sumber penggerak utama dengan motor listrik bekerja dalam mode regenerasi. Untuk mode HEV, motor berputar sekitar 5.500 rpm alias lebih lambat dengan memberikan beberapa dorongan tambahan ke mesin.

Hadirnya teknologi E-Boost ini menunjukkan pengembangan proyek hibridanya telah berkembang yang membuat Kawasaki memutuskan untuk memberinya nama khusus.

Sudah lama sejak Kawasaki memberikan peremajaan pada proyek sepeda motor hybridnya, tetapi kabar terbaru dari Kawasaki menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berkomitmen pada teknologi tersebut.

Untuk di tanah air ketika mendengar nama kawasaki yang terlintas di benak para pecinta motor adalah modifikasi ninja 2 tak yang masih marak pecinta motor. Karena motor hybrid sendiri terlebih lagi dengan teknologi supercharged belum muncul di pasaran tanah air.

Belum lama ini, Kawasaki mengumumkan investasi sebesar $265 juta untuk memperluas pabriknya di Nebraska dan membangun fasilitas baru di Meksiko. Untuk motor ninja 2 tak, Evalube sendiri menyediakan beragam jenis oli; oli Evalube 2T, dan oli Evalube 2T Pro Synthetic untuk performa terbaik kendaraan anda.