Foto: Gilamotor.com
0
95

Begini Cara Bikin Tarikan Skutik Makin Ngacir

Motor matik atau skuter matik (skutik) banyak dijadikan sebagai sepeda motor favorit banyak orang. Khususnya, masyarakat yang tinggal di kota-kota besar dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat atau memiliki mobilitas cukup tinggi.

Skutik yang dijual di Indonesia juga beragam kapasitas mesinnya, mulai dari 110 cc, 115 cc, 125 cc, 150 cc, 250 cc, hingga 400 cc sekalipun juga turut dipasarkan. Meski dari pabrikan sudah memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan masing-masing kapasitas mesin tersebut, tapi nyatanya masih banyak juga pemilik skutik yang belum puas dengan performa standar yang dihasilkan motornya.

Untuk itu, banyak yang melakukan ubahan atau modifikasi, khususnya pada sektor mesin. Namun, skutik berbeda dengan motor sport atau motor bebek pada umumnya. Pada skutik yang kebanyakan dipasarkan di Indonesia, menggunakan sistem Continuous Variable Transmission (CVT). Jadi, modifikasi pun dilakukan tak hanya pada mesinnya saja, tapi juga pada sistem transmisi.

Foto: Gilamotor.com

Modifikasi pada keduanya dilakukan untuk mendapatkan performa yang diinginkan atau biasanya agar tarikan motor menjadi lebih ringan. Tarikan motor yang ringan tentu akan lebih nyaman dikendarai, karena tenaga yang dihasilkan tetap terasa, mulai dari putaran bawah hingga putaran atas.

Performa yang dihasilkan skutik bisa dikatakan sangat tergantung dari kinerja sistem transmisinya. Pada CVT skutik, terdapat beberapa komponen yang masing-masing memiliki fungsi berbeda, tapi saling mendukung satu sama lain.

Bagi pemilik skutik yang merasa tarikan bawah motornya terasa berat, cara yang biasa dilakukan adalah mengganti komponen roller dengan yang lebih ringan. Roller bawaan motor memiliki bobot 15 gram. Agar tarikan bawah lebih ringan, bisa diganti dengan roller yang memiliki bobot 10 gram.

Foto: Gilamotor.com

Sekarang ini, sudah banyak produk aftermarket yang menawarkan roller dengan bobot yang lebih ringan dari roller standar bawaan pabrikan. Perlu diketahui bahwa mengganti roller dengan bobot yang lebih ringan juga memiliki konsekuensi atau efek samping, yakni kecepatan maksimum alias top speed pada putaran atas menjadi terasa sulit digapai atau terasa lebih pelan ketika tuas gas dipelintir lebih dalam.

Untuk mengimbanginya, biasanya para pemilik skutik juga mengganti komponen lainnya pada CVT, yakni per CVT dan per sentrifugal. Kedua per tersebut dapat membantu untuk meningkatkan performa mesin di tarikan atas, sehingga top speed tetap terjaga. Disarankan untuk menggunakan per CVT dan per sentrifugal dengan kekerasan 1.500 rpm.

Di beberapa bengkel atau speed shop yang menjual produk aftermarket, biasanya sudah menawarkan paket upgrade CVT untuk skutik. Paket tersebut berisi roller, per CVT, per sentrifugal, dan mangkok kampas ganda. Paket upgrade CVT ini dijual di kisaran Rp 400 ribuan hingga Rp 600 ribuan.

Foto: Gilamotor.com

Cara berikutnya adalah dengan mengganti noken as racing. Fungsi dari noken as adalah untuk mengatur buka tutup klep. Dengan mengganti komponen mesin ini, performa dijanjikan dapat lebih terdongkrak. Tapi, untuk mengganti noken as perlu membongkar mesin dan harganya juga cukup menguras kocek, yakni kisaran Rp 400 ribuan hingga Rp 500 ribuan.

Menaikkan rasio kompresi mesin juga bisa meningkatkan performa. Namun, perlu diingat bahwa cara ini cukup rumit, sehingga sangat disarankan untuk melakukannya dengan mekanik berpengalaman. Sebab, dibutuhkan perhitungan yang tepat dan presisi agar performa yang dihasilkan bisa sesuai dengan keinginan.

Masih di sektor mesin, pemilik skutik juga bisa mengganti per kampas kopling dengan tipe racing. Per kampas kopling racing memiliki nilai RPM yang lebih tinggi dari bawaan motor. Ada beberapa pilihan RPM, mulai dari 1.000 RPM, 1.500 RPM, dan 2.000 RPM. Semakin tinggi angka tersebut, maka per juga semakin keras. Penggantian per kampas kopling ini tidak bisa dilakukan sembarangan, jika mesin belum mengalami upgrade alias masih standar, sebaiknya gunakan per kampas kopling dengan 1.000 RPM atau 1.500 RPM.

Cara paling mudah dan banyak dilakukan adalah mengganti pipa pembuangan alias knalpot dengan knalpot racing. Selain itu, untuk membuat tarikan skutik menjadi lebih bertenaga, dapat menggunakan CDI racing, bore up mesin, mengganti throttle body, dan yang paling penting adalah mengganti oli mesin secara rutin.