0
233

Modifikasi Honda BeAT untuk Harian, Apa Saja yang Perlu Diganti?

Motor matik atau skuter matik (skutik) banyak disukai masyarakat Indonesia karena praktis untuk digunakan. Apalagi, untuk skutik entry level, seperti Honda BeAT. Maka itu, jumlahnya juga cukup banyak di jalan raya. Tak heran Honda BeAT jadi salah satu skutik entry level paling laris di Indonesia. Penjualannya bahkan sudah mencapai 18 juta unit lebih dari sejak pertama kali diluncurkan pada 2008 lalu.

Tampilan standar Honda BeAT sudah keren dan sporty. Namun, karena jumlahnya yang sangat banyak, sebagian orang ingin tampil beda, khususnya bagi para pecinta modifikasi. Karena itulah banyak pemilik skutik tersebut yang memutuskan untuk mengubah tampilan motornya.

Honda BeAT juga cukup menyenangkan untuk dimodifikasi, karena banyak gaya atau aliran yang bisa diaplikasikan. Banyak contoh gaya modifikasi untuk Honda BeAT, seperti thailook, lowrider, racing look, fashion standar atau fashion harian, fashion advance, atau bahkan dimodifikasi jadi bergaya trail atau supermoto. Bahkan, banyak juga yang hanya mengaplikasikan airbrush pada motornya, baik itu bergaya realis maupun grafis.

Foto: Gilamotor.com

Untuk zaman sekarang, tak hanya modifikasi saja, tapi juga banyak yang melakukan custom pada motornya. Gaya motor custom juga beragam, tapi yang banyak diaplikasikan pada skutik Honda BeAT adalah cafe racer dan zoomer atau ruckus.

Untuk penggunaan harian, biasanya banyak yang lebih fokus pada sektor mesin atau komponen continuous variable transmission (CVT). Bahkan, banyak juga yang hanya melakukan modifikasi pada sektor kaki-kaki.

Honda BeAT dibekali dengan kapasitas mesin 110 cc, mulai dari awal meluncur saat masih menggunakan karburator hingga sampai saat ini sudah beralih ke sistem injeksi. Banyak yang merasa kapasitas mesin yang kecil tersebut tidak terlalu bertenaga. Tarikan motor terasa cukup berat pada putaran bawah, apalagi jika berboncengan. Sehingga, modifikasi di bagian mesin diperlukan.

Foto: Gridoto.com

Banyak yang melakukan modifikasi dimulai dari sektor CVT. Performa skutik memang tak hanya tergantung dari mesinnya saja, tapi juga sistem transmisi juga sangat berpengaruh. Pada CVT, terdapat banyak komponen dan setiap komponen tersebut juga memiliki fungsi yang berbeda. Agar tarikan motor terasa lebih ringan, maka itu ubahan di sektor tersebut perlu untuk dilakukan. Sehingga, banyak juga produk aftermarket yang dijual di toko variasi.

Salah satu cara paling mudah atau paling banyak dilakukan dalam membuat tarikan Honda BeAT jadi lebih ringan adalah mengganti roller pada komponen CVT. Ukuran roller standar diganti dengan yang lebih ringan. Bobot standar atau bawaan pabrikan adalah 15 gram. Agar tarikannya terasa lebih ringan, pemilik motor bisa menggantinya dengan berat yang lebih ringan, seperti 10 gram. Tapi, perlu juga diketahui konsekuensi dari ubahan tersebut. Tarikan skutik memang jadi lebih ringan di putaran bawah. Tapi, top speed pada putaran atas jadi menurun. Sehingga, motor akan terasa pelan atau lama mencapai top speed.

Masih di sektor CVT, ubahan berikutnya yang juga banyak dilakukan adalah mengganti per CVT dan per sentrifugal. Dengan mengganti per CVT dan per sentrifugal, top speed jadi meningkat. Maka itu, biasanya bagi yang sudah mengganti roller, diimbangi juga dengan mengganti kedua per tersebut. Jadi, tak hanya tarikan pada putaran bawah yang jadi lebih ringan, tapi untuk mendapat top speed juga tidak terlalu sulit. Untuk spesifikasinya, bisa mengganti per CVT dan per sentrifugal dengan ukuran kekerasan 1.500 rpm.

Per/Spring Honda Beat, Foto: Honda Cengkareng

Beberapa bengkel atau toko variasi juga sudah menjual paket harian untuk skutik Honda BeAT. Biasanya, isi paket tersebut meliputi roller, per CVT, per sentrifugal, dan mangkok kampas ganda. Paket harian tersebut pada umumnya dibanderol di kisaran Rp 400 ribuan hingga Rp 600 ribuan. Selain itu, penggantian knalpot juga bisa dilakukan agar tenaganya juga dapat meningkat meski terbilang sedikit.