Foto: Dok. Autocarindia.com
0
132

Habis Hujan Wajib Cuci Motor, Mitos atau Fakta?

Merawat sepeda motor bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan, sesederhana dengan mencucinya, itu juga termasuk sebagai salah satu cara untuk merawat sepeda motor. Mencuci motor juga dilakukan bukan hanya karena alasan penampilan saja, agar motornya lebih bersih dan enak dilihat. Tapi, dengan mencuci sepeda motor juga sebenarnya turut merawat beberapa komponen pada sepeda motor.

Mencuci sepeda motor dilakukan ketika kondisinya sudah kotor. Saat musim hujan, tentu akan membuat kondisi motor menjadi cepat kotor. Apalagi, jika motor tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Sayangnya, tak sedikit pemilik motor yang malas mencuci motornya ketika musim hujan. Banyak yang beranggapan, motor akan menjadi cepat kotor lagi, karena setiap hari selalu turun hujan. Akhirnya, motor baru akan dicuci ketika tampilannya benar-benar sudah kotor.

Kebiasaan tersebut dapat membuat motor dan beberapa komponennya menjadi cepat rusak. Sebab, air hujan yang kotor berpotensi merusak beberapa komponen pada motor secara perlahan. Selain itu, air hujan juga dapat memberikan dampak yang buruk pada sejumlah komponen jika dibiarkan sampai mengering dengan sendirinya.

Foto: Indiamart.com

Beberapa komponen yang terdampak, seperti cat atau bodi, rantai, radiator, dan suspensi. Air hujan yang tidak lekas dibersihkan akan membuat rantai menjadi berkarat. Sebab, kandungan zat asam pada air hujan dapat membuat rantai cepat mengalami korosi. Rantai motor yang sudah berkarat akan menimbulkan suara yang kasar, karena pergerakan rantai jadi terganggu akibat tidak terlumasi dengan baik.

Dampak berikutnya adalah suspensi yang mengalami kebocoran. Dengan air hujan yang dibiarkan hingga mengering, akan membuat suspensi kotor dan menyebabkan debu dan kerikil halus menempel. Kotoran yang menempel tersebut akan membuat as sokbreker menjadi cepat rusak. Sebab, ketika sokbreker sedang bekerja naik dan turun, kotoran yang menempel akan ikut tergesek di antara as dan karet sil. Sehingga, dapat membuat karet sil menjadi rusak. Ketika karet sil rusak, oli di dalam sokbreker dapat ikut keluar ketika sokbreker sedang bekerja.

Jika oli sokbreker sampai merembes keluar, dampaknya cukup fatal. Pasalnya, oli tersebut bisa mengalir dan membasahi sistem pengereman di bagian depan, jika yang rusak adalah sokbreker depan. Dengan begitu, pengereman akan menjadi tidak optimal atau bahkan blong. Tentunya, kondisi ini akan sangat berbahaya ketika motor sedang melaju kencang. Selain itu, sokbreker juga tidak akan bekerja secara optimal, karena pelumas di dalamnya terus berkurang.

Dampak buruk lainnya adalah membuat tampilan bodi atau cat cepat terlihat kusam. Jika bodi sudah menjadi kusam, mencucinya dengan menggunakan sabun saja tidak cukup. Motor perlu dipoles menggunakan wax agar terlihat lebih mengkilap.

Foto: Dok. Vecteezy.com

Komponen pendingin atau radiator juga dapat bermasalah. Kotoran yang mengendap pada kisi-kisi radiator akan menurunkan kinerja komponen ini. Sehingga, mesin motor juga berpotensi mengalami overheat ketika pendinginannya tidak maksimal. Akibatnya, motor mengalami mogok.

Namun, perlu diketahui juga, jangan mencuci motor dalam keadaan mesin yang masih panas. Mencuci motor dalam kondisi mesin masih panas dapat menyebabkan kerusakan. Sebab, material logam pada mesin akan mengalami perubahan suhu yang drastis saat terkena air pembilas yang suhunya normal atau dingin.

Foto: Dok. Vecteezy.com

Dalam hukum fisika, disebutkan bahwa saat terjadi perbedaan suhu secara drastis, kondisi tersebut dapat menimbulkan perubahan bentuk. Pada beberapa kasus, blok mesin dapat mengalami retak jika dicuci dalam kondisi mesin masih panas. Knalpot yang dilapisi dengan krom juga bisa terdampak, yakni warnanya berubah menjadi kekuningan.

Cara yang paling benar adalah menunggu sejenak sehabis motor digunakan. Setelah itu, cukup bilas motor dengan air bersih, dan jangan lupa untuk mengelapnya hingga benar-benar kering total.