Foto: Dok. MotoGP
0
17

Mengenal Model Starter Motor MotoGP

Tak sedikit orang yang penasaran bagaimana setiap tim atau pembalap MotoGP menyalakan mesin motornya. Pasalnya, motor balap tersebut tidak dibekali dengan sistem starter seperti sepeda motor pada umumnya.

Motor yang dipasarkan pada umumnya memiliki dua macam starter, yakni electric starter (starter tangan) dan kick starter (engkol). Untuk motor balap MotoGP, tidak ada kedua macam starter tersebut. Alasannya, untuk menjaga bobot motor tidak bertambah berat.

Foto: Dok. MotoGP

Pada balap motor, pasti yang akan dikejar adalah rasio tenaga dengan bobot (power to weight ratio) yang lebih tinggi. Power to weight ratio yang bagus juga akan membantu saat melakukan pengereman, karena bobot juga menjadi faktor momentum dalam pengereman.

Memang dengan adanya electric starter akan memudahkan pembalap ketika terjatuh dan bangkit lagi. Tinggal pencet, mesin akan langsung hidup, lalu bisa melanjutkan balapan. Tapi dengan adanya komponen electric starter, dapat menambah bobot pada motor mulai dari 3,5 kilogram hingga 4 kilogram.

Foto: Dok. MotoGP

Bobot seberat itu mungkin bagi sebagian orang tidak terlalu mengganggu. Tapi, berbeda pada MotoGP, di mana seper sekian detik, 1 mm, atau 1 mg saja berpengaruh. Selain itu, bobot motor balap MotoGP yang memiliki kapasitas mesin 1.000 cc hanya diperbolehkan maksimal 157 kg.

Lantas, bagaimana caranya motor balap MotoGP dihidupkan? Cara pertama adalah mendorong motor (push start), lalu masukkan persneling ke gigi satu. Biasanya, cara ini dilakukan ketika pembalap terjatuh dan bisa melanjutkan balapan lagi. Pembalap akan menekan-nekan bodi motor ke bawah untuk menimbulkan traksi yang lebih besar. Sehingga, mesin bisa menyala.

Cara tersebut cukup sulit dilakukan, karena membutuhkan kecepatan tertentu dan dikombinasikan dengan tekanan juga pada motor. Maka itu, tak jarang penonton melihat pebalap yang mendorong motornya dan menekan bagian jok berkali-kali.

Foto: Dok. MotoGP

Tapi, seiring dengan berkembangkan teknologi di dunia otomotif, diciptakanlah roller starter. Alat ini biasa disebut juga dengan paddock starter, modelnya pun bermacam-macam.

Komponen utama alat tersebut adalah dua buah roller yang digerakkan dengan belt. Roller berfungsi agar ban bisa mendapatkan traksi, jadi menggantikan fungsi aspal pada starter model dorong.

Mekanisme kerjanya cukup sederhana. Ban belakang diletakkan di atas roller tersebut. Kemudian, tarik tuas kopling dan masukkan gigi satu. Lalu, alat tersebut dihidupkan dan ban akan ikut berputar. Setelah itu, tinggal lepas tuas kopling dan mesin motor akan menyala.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan crankshaft starter. Alat ini bisa dibilang hanya digunakan pada motor MotoGP. Alat ini digunakan karena dengan adanya fitur slipper clutch pada motor MotoGP, sehingga motor tidak selalu memiliki torsi balik pada saat menggunakan roller starter.

Untuk itu, digunakanlah crankshaft starter yang akan langsung memutar crankshaft untuk menghidupkan mesin motor.