0
47

Road Safety Association Gaungkan Keselamatan Berkendara kepada Masyarakat

Ketika berkendara dijalan raya, kita tidak hanya harus bisa mengendarai kendaraan saja, tetapi ada faktor lain yang harus kita perhatikan. Salah satunya adalah memahami peraturan yang ada di jalan raya, rambu-rambu dan bahkan etika berkendara pun harus kita ketahui.

Untuk mendapatkan hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai macam hal, mulai dari browsing hingga mengikuti penyuluhan dari sebuah lembaga keselamatan berkendara. Tentunya dengan mengikuti penyuluhan atau browsing tentang tata cara berkendara yang baik, kita akan jauh lebih aman di jalan.

Di Indonesia ada sebuah lembaga yang bergerak dibidang keselamatan berkendara yaitu Road Safety Association (RSA). Lembaga yang terbentuk sejak tahun 2008 ini terbentuk dari orang-orang dari beberapa komunitas yang peduli dengan keselamatan jalan terutama untuk menekan angka kecelakaan agar lebih kecil.

Beruntungnya saat melegalkan Kegiatan ini, WHO tengah mencari lembaga keselamatan jalan dari masing-masing negara yang ada di dunia dan bertemulah dengan RSA Indonesia di tahun 2011. RSA saat itu ikut pertemuan seluruh perwakilan NGO yang diselenggarakan di Washington DC.

Dari tahun 2006 saat ngobrol ngobrol dengan anggota komunitas waktu itu sebelum membentuk badan hukum, para anggota dari RSA dan beberapa anggota komunitas melakukan komunikasi menggunakan Mailing List. Akhirnya ada beberapa komunitas yang mengundang RSA untuk sharing tentang keselamatan jalan. Sharing session antar komunitas tersebut, RSA memberi nama dengan sebutan kopdarling (kopi darat keliling).

Dari undangan tersebut mulailah RSA dikenal lebih luas lagi dan mulai diundang oleh beberapa private sektor bahkan instansi. Pada saat melakukan sharing, RSA mengacu kepada Undang-undang No 14 tahun 1992 dan sering membawakan tentang Peraturan Pemerintah nomor 43 dan 44 tahun 1993. Dari situlah RSA mulai dikenal lebih jauh lagi dari yang sudah dijalani selama waktu tersebut. 

Karena anggota inti dari RSA adalah mayoritas pekerja, mereka tidak terfokus kepada funding dan lebih kepada sisi idealisme para anggotanya. Idealisme yang dipegang teguh oleh para anggota RSA antara lain adalah menekan angka kecelakaan di jalanan. 

Ada hal menarik dari keanggotaan dari RSA, karena memang konsepnya adalah yayasan dan tidak terikat, maka siapapun yang tertarik dengan keselamatan jalan bisa bergabung dengan organisasi ini. Maka dari itu jumlah anggota yang ada didalamnya tidak pasti banyaknya.

Hingga saat ini RSA masih terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan keselamatan jalan. Salah satunya adalah kegiatan turunan dari PBB berupa Global Road Safety Week dengan tema yang selalu berbeda-beda tiap gelarannya. Bahkan penyuluhan yang diberikan tidak hanya untuk motorized vehicle tapi non motorized vehicle seperti pejalan kaki hingga pesepeda pun mendapatkan materi terkait.