0
54

Performa Matic Sudah Mulai Loyo? Ini Penyebabnya

Kini motor matic kian menjadi primadona di Indonesia. Pasar yang sangat besar membuat beberapa pabrikan motor menyajikan pilihan untuk motor tipe matic. Mudah digunakan menjadi salah satu alasan terpilihnya motor matic, tetapi hati hati jika anda terlena dengan kemudahan sehingga melupakan perawatan maka motor akan tidak responsif alias loyo. 

Jika hal ini dibiarkan dengan tetap digunakan sehari-hari biasanya kerusakan akan menjalar ke komponen lain. List perawatan pada motor matic,  ada pada bagian mesin dan komponen di CVT. Jangan sampai rutin mengganti oli mesin namun bagian CVT kalian lewatkan. 

Seperti yang sudah disinggung di awal, kurangnya perawatan menjadi penyebab tarikan motor yang kurang responsif. Hal utama yang jadi perhatian,  komponen CVT sebagai penghantar gerak otomatis sehingga motor matic tidak perlu lagi memindahkan gigi.

Komponen Penyebab Performa Kurang Responsif

Sebelum memeriksa komponen CVT secara keseluruhan, ada 3 komponen yang rentan akan usia pakai sehingga performa motor matic jadi kurang responsif. 

Roller CVT

Yang pertama adalah roller, komponen ini menjadi bantalan keseimbangan gaya berat yang berguna menekan dinding dalam pulley primer ketika terjadi putaran tinggi. Atau bahasa yang sering Anda dengar roller berfungsi mengatur akselerasi pada motor matic. Perubahan bentuk roller dengan istilah peyang membuat bukaan pulley jadi kurang responsif. 

Per CVT

Komponen yang satu ini terbilang komponen yang kuat.  Karena motor yang sudah berumur, per CVT juga harus diimbangi. Per CVT berfungsi untuk mengatur kerenggangan puly belakang. Cara kerjanya  memanfaatkan gaya sentrifugal dari tarikan sabuk CVT.

Bukan berarti mengganti dengan tingkat kekerasan diatas standar. Anda cukup mengganti dengan per CVT yang tingkat kekerasannya sama dengan sebelumnya.  

V-Belt CVT

V-Belt CVT berfungsi menghubungkan putaran dari pulley primer ke pulley sekunder. Biasanya  v-belt dalam kondisi tidak baik bisa dilihat dengan mata telanjang. Kondisi yang sudah getas atau retak membuat kerja belt tidak lagi maksimal dan bisa menyebabkan putus.

Jika perubahan ini terjadi pada tiga komponen CVT motor matic Anda, ada baiknya mengganti dengan komponen baru dan asli yang tersedia di bengkel resmi agar kerja CVT kembali maksimal.