0
32

Perbedaan Aki Basah, Kering, dan Gel

Battery atau aki merupakan salah komponen penting yang harus diperhatikan pada kendaraan bermotor. Secara umum, aki berfungsi untuk menghasilkan arus listrik agar starter kendaraan bermotor dapat menyala. Tak hanya itu, komponen pendukung lainnya seperti lampu, klakson, speedometer, dan fitur elektrikal lainnya juga akan berfungsi dengan baik menggunakan aki. Oleh sebab itu, bagi pengguna kendaraan bermotor, aki harus terus diperhatikan dan terus menjaga kondisinya agar tetap optimal dengan melakukan pengecekan secara rutin.

Pemilik kendaraan bermotor saat ini juga dimanjakan dengan berbagai varian aki yang tersedia. Seperti aki basah, aki kering, hingga aki gel. Meski sama-sama aki, perawatannya cukup berbeda. Mislanya, jika menggunakan aki basah, maka perlu perawatan rutin. Kemudian, untuk aki kering dan aki gel, kategori perawatannya biasanya maintenance free atau bebas perawatan.

Lalu, apa saja perbedaan mencolok dari aki basah, aku kering, dan aki gel? Simak ulasannya berikut ini.

  1. Aki Basah
Dok. Astra Motor

Aki basah biasanya menggunakan jenis air accu atau air zuur sebagai isinya. Perbedaan air accu dan air zuur adalah terletak pada tutup botolnya, biasanya air zuur berwarna merah, sementara air accu berwarna biru.

Selain itu, air accu dikenal sebagai air suling, karena kandungan mineralnya sudah dihilangkan. Sehingga cocok untuk menambah volume air aki. Sementara, air zuur memiliki kandungan elektrolit yang lebih pekat. Oleh sebab itu, air zuur biasanya digunakan untuk pertama kali mengisi aki.

Kemudian, umumnya, wadah aki basah ini berwarna semi transparan. Tujuannya, agar mudah untuk mengecek volume air aki yang ada di dalamnya. Biasanya, air pada aki basah harus ada di atas garis minimal agar batang cell terendam sempurna.

Aki basah biasanya memiliki performa yang tidak diragukan. Walau umur aki ini tidak terlalu lama. Sehingga penting untuk selalu dirawat.

Lebih lanjut, perawatan aki basah sangat mudah. Seperti harus selalu dicek apakah ada keretakan atau tidak. Selanjutnya, selalu mengontrol ketinggian garis batas volume. Jika air sudah mulai berada di bawah garis minimal, maka perlu dilakukan pengisian ulang. Selanjutnya, agar arusnya tetap stabil, perlu dibersihkan sisi kutub positif dan kutub negatif dari kerak.

  1. Aki Kering
Dok. Astra Motor

Berbeda dengan aki basah, aki kering tidak memiliki bagian lubang-lubang untuk mengisi air aki. Memiliki wadah yang biasanya berawan gelap, aki kering disebut memiliki perawatan yang minim atau maintenance free. Kemudian, biasanya, aki kering memiliki usia pakai sekitar 1,5 hingga 2 tahun. Jika sudah memasuki usia tersebut, maka pengendara wajib mengganti aki kering dengan yang baru. Akan tetapi, biasanya aki kering bisa perbaiki. Hanya saja, prosesnya cukup rumit karena harus membuka segel menggunakan gergaji.

Untuk bahan isian, aki kering biasanya menggunakan gel. Berbeda dengan aki basah yang bisa cepat habis, gel di aki kering ini menghasilkan uap yang tidak dibuang ke luar. Sehingga, volume di dalamnya tetap terjaga.

Cara untuk merawat aki kering juga cukup mudah. Misalnya, pengendara harus sering menggunakan kendaraannya atau memanasi kendaraan setiap hari. Kemudian, jika kondisi menurun, bisa menggunakan casan khusus.

  1. Aki Gel
Dok. Motobatt

Selain aki basah dan aki kering, kini hadir juga aki gel. Umumnya, aki gel termasuk golongan aki kering. Namun, perbedaannya hanya di elektrolitnya saja. Kemudian, pada aki gel biasanya menggunakan pelat timah yang dilapisi gel. Selain itu, aki gel memiliki kelebihan self-discharge lebih rendah ketimbang aki kering pada umumnya.

Selanjutnya, berbeda dengan aki kering yang harus diaktivasi terlebih dahulu dengan menuangkan cairan elektrolit, aki gel tidak perlu dan bisa langsung dipasang. Perbedaan yang lebih moncer, aki gel bisa diletakkan agak miring tanpa takut tumpah.

Lalu, untuk perawatannya sendiri tidak jauh berbeda dengan aki kering, atau maintenance free.