73
5844

Pilih Bengkel Umum Atau Bengkel Resmi

Banyak bikers lebih suka memilih bengkel umum ketimbang harus membawa tunggangannya ke bengkel resmi ATPM. Alasannya sangat sederhana, dibengkel umum sang mekanik tidak langsung memutuskan atau menyuruh sang empu motor tersebut mengganti suku cadang, selama kondisinya masih dianggap layak pakai. Tapi dibengkel resmi terkadang sering menyuruh untuk ganti suku cadang, meski sesungguhnya part tersebut masih layak pakai.

Melihat kondisi ini memang sangat memprihatinkan, banyak bikers merasa dirugikan. Satu contoh seperti yang dialami Sofyan, warga Mampang , Jakarta Selatan. Remaja berusia 21 tahun ini mengaku kecewa setelah membawa motornya Honda Supra Fit tahun 2005 ke salah satu bengkel resmi di kawasan Jakarta Selatan. “Niatnya saya hanya mau mengganti kampas rem depan, tapi berhubung baut nya susah di lepas karena sejak beli belum pernah ganti kampas rem depan, saya disuruh mengganti rumah remnya. Otomatis dana yang saya keluarkan melonjak 100 persen lebih dari dana yang saya perkirakan,” jelasnya kecewa.

Kisah Sofyan mungkin hanya satu dari sekian banyak pengalaman bikers pada bengkel resmi. Bukan hanya pada merek tertentu, tapi nyaris semua merek motor pernah mengalami hal ini.

Memang setiap keputusan terkadang tak selalu memberikan hasil seperti yang diharapkan. Dibengkel non ATPM pun kerap terjadi masalh seperti ini. Jika perhatikan, sumbernya hanya ada dua kemungkina. Pertama sang mekanik tak memiliki pengalaman banyak alias tak kompeten mengatasi kendala. Kedua mencari keuntungan dari banyaknya suku cadang yang terjual.

Seolah tak mau repot, menghadapi sedikit kendala rumit pada bagian yang bermasalah langsung mengambil langkah penggantian part dengan yang baru. Tinggal copot part lama lantas ganti dengan yang baru, mudah toh.

Karena itu, kejelian memilih bengkel yang kompeten untuk mengatasi masalah motor yang dihadapi sangat dibutuhkan disini. Tak heran jika suatu bengkel resmi dan tak resmi sudah diantri meski bengkel belum beroprasi, alias masih tutup.

Coba Dengan Hal Kecil

Saat memutuskan untuk memperbaiki atau melakukan service berkala motor di bengkel yang belum kita kenal kualitas mekaniknya, ada baiknya kita mulai dengan hal terkecil. Meski harus mengalami penggantian suku cadang yang sesungguhnya masih layak pakai, kita tak perlu mengeluarkan dana yang lumayan basar untuk hal tersebut.

Atau dengan cara lain. Rajinlah bertanya pada bikers lain dimana bengkel yang sekiranya bagus dan mampu mengatasi masalah yang ada. Atau bisa pula perhatikan bengkel yang ramai dikunjingi bikers untuk melakukan perbaikan. Dengan cara ini, masalah pengeluaran uang  untuk membeli suku cadang yang seharusnya tak perlu, bisa dihindari.

73 COMMENTS

  1. semua bengkel resmi memang begitu, gua punya honda dulu juga gitu…di suruh service doang ehhh….antink ngatur rante lah di patahin..hampir gua tonjokin tu orang, trus gua beli yamaha mx masih garansi 2 bulan service gratis….mesin tiba2 mati ke bengkel resminya, masa di suruh service besar kan goblok,gua bilang aja lu mau nipu ya.

  2. Bengkel Resmi saja, karena punya standar layanan ‘Point Of Service’ yang sudah ditentukan ATPM kalau dari sisi kecurangan mestinya Bengkel Resmi lebih hati2 karena bawa nama Brand ATPMnya.

    Deni

  3. di bengkel resmi or umum sama aja kalo gak kenal sama mekaniknya.
    orientasinya cuma duit,duit dan duit.
    katroxxxx………

  4. tergantung mekaniknya handal tau masih baru…pengalaman di bengkel resmi 2 kali dengan mekanik yang selalu ada masalah, setelah service baut swing arm ga kencang alhasil rante kendor dengan kecepatan 60-80 km untung saya tidak mengalami kecelakaan, service kedua lampu indikator radiator menyala terus setalah perbaikan dan pergantian komster kesimpulannya kita harus lebih teliti cek ulang kondisi motor setelah service

  5. I simply want to mention I’m beginner to blogging and really liked this web-site. Almost certainly I’m going to bookmark your website . You amazingly have wonderful stories. Appreciate it for revealing your web site.