Waspadai berkendara melintasi jalan yang basah (foto internet)
0
321

Memilih Ban di Musim Penghujan, Perhatikan 3 Hal Ini Gilmoters!

GilaMotor.com – Mulai masuk musim penghujan nih. Sepertinya sudah harus semakin waspada dalam berkendara. Bukan hanya perhatian ekstra kala berkendara, tapi juga perhatian ekstra pada komponen kendaraan.

Nah, salah satu komponen kendaraan yang lumayan penting, yang harus memperoleh perhatian ekstra dari pengendara motor, terutama di musim penghujan, adalah si karet bundar alias ban.

Ban bisa dikatakan menjadi satu-satunya komponen pada kendaraan, yang langsung bersentuhan dan menapak di permukaan jalan ketika kita berkendara.

Sebagai pengendara motor yang peduli akan keamanan dan kenyamanan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, tentunya harus pintar-pintar memilih ban. Misalnya pilih ban motor yang sesuai dengan kondisi musim penghujan.

Secara umum, dalam memilih ban di musim penghujan sebaiknya memperhatikan tiga hal. Pertama, pattern atau kembangan. Kedua, profil dari ban. Lalu yang ketiga, material kompon yang digunakan.

 

  1. Pattern atau Kembangan Ban
Perhatikan pattern atau kembangan ban sesuai dengan kondisi jalan yang dilalui

Berkendara motor di musim hujan, trek yang dilewati cenderung basah. Pengendara harus memperhatikan, apakah ban memiliki pattern groove, yang berfungsi optimal di lintasan basah. 

Namun tidak selalu juga, semakin banyak groove maka ban akan semakin tidak licin di kondisi jalan yang basah. 

“Ban masih perlu area tapak, yaitu area non groove. Pengendara motor hendaknya memperhatikan pula daerah yang tingkat curah hujannya berbeda”, kata Agung Yulianto, General Manager Kingland Tire. 

Menurutnya, pemilihan ban kombinasi groove horizontal dan directional, serta penggunaan center groove, dapat diaplikasikan untuk melibas trek yang basah.

Perhatikan kedalaman groove pada ban (foto internet)

Tingkat kedalaman groove juga harus jadi perhatian. Terutama terkait usia pakai ban. Apabila ban dengan kedalaman groove di atas 80%, maka kemampuan tapak untuk mengalirkan genangan air bisa lebih baik.

Sementara ban dengan tingkat kedalaman groove lebih rendah, batas toleransi 25% dari kedalaman awal, maka potensi ban mengalami hydroplanning juga tinggi.

 

  1. Profil Ban
Memilih ban yang sesuai menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara

Profil ban umumnya terkait profil roda dari motor yang digunakan. Lebar tapak yang sesuai dengan velg, menghasilkan area kontak yang tepat. 

Dengan begitu, kontrol kendaraan cenderung lebih mudah. Baik pada kondisi lintasan kering, dan terutama lagi dalam kondisi lintasan basah.

“Memilih ban yang lebih kecil diameter dan lebar tapak dibanding ban bawaan pabrik, maka berisiko mengurangi kemampuan daya cengkeram ban. Terutama pada permukaan jalan yang basah”, kata Agung.

 

  1. Perhatikan Kompon Ban
Ban menjadi salah satu komponen penting yang harus diperhatikan ketika masuk musim penghujan (foto internet)

Perlu diketahui, jenis kompon pada ban juga sangat mempengaruhi kemampuannya ketika melesat di lintasan. 

Selesai diguyur hujan, permukaan aspal bisa jadi sangat bersih. Atau malah sebaliknya, banyak material seperti kerikil dan lain-lain. Kompon yang lembut dapat membantu tapak ban, dalam beradaptasi.

Agung kembali menekankan, menghadapi musim penghujan, pastikan ban sesuai ukuran velg yang direkomendasikan. Pilih ban dengan pattern yang sesuai untuk lintasan basah.

“Periksa kedalaman groove apakah masih relatif aman, di atas 60%. Disarankan usia ban kurang dari satu setengah hingga dua tahun”, tukasnya.