Foto: Bellhelmets.com
0
148

Jangan Asal Pilih Helm Retro Bogo, Keselamatan Nomor 1

Sebelum mengendarai motor, banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain STNK dan SIM, perlengkapan berkendara juga mesti digunakan. Salah satunya yang wajib dipakai adalah helm.

Helm ini merupakan alat keselamatan berkendara yang wajib, karena fungsinya untuk melindungi kepala dari benturan benda keras saat terjadi kecelakaan. Helm juga melindungi dari bebatuan yang bisa saja menimpa kita saat berkendara di jalan.

Helm banyak jenisnya, full face yang menutup semua kepala sehingga bisa melindungi secara maksimal. Biasanya dipakai untuk balap, pengguna motor sport atau pengemudi motor yang menempuh perjalanan jauh atau touring. Kemudian helm half face yang bentuknya hanya setengah, dengan kata lain tidak ada bagian bawah yang menutupi dagu. Wajah sampai dagu hanya ditutupi dengan kaca (visor).

Helm half face ini berbagai macam bentuknya, standar dan juga retro atau yang biasa dikenal sebagai Bogo. Nah, helm Bogo ini biasanya digunakan oleh kaum millenial yang menggunakan motor retro classic seperti vespa modern, atau skuter matik.

Helm ini memiliki warna yang menarik, mentereng dan juga modelnya disesuaikan dengan generasi muda saat ini. Produsen helm mendesain helm ini nampaknya menargetkan generasi millenial yang mau menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor. Bentuk kacanya cembung ke depan, berbeda dengan helm half face pada umumnya. kalangan muda menyukai helm tersebut.

Banyak merek helm yang beredar di pasaran, ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Namun, jika Anda ingin membeli helm tersebut, tolong jangan asal, harga murah tidak menjamin kualitas dan bisa berakibat pada keselamatan kita. Berikut tips memilih helm Bogo:

Periksa Kualitas Bahan

Foto: zeus-helmet.co.id

Helm palsu atau KW yang saat ini beredar ditawarkan dengan harga yang murah. Jika dilihat, bahannya terbuat dari plastik biasa dan jika terkena benda keras terasa seperti akan pecah. Nah bisa dibayangkan jika kepala kita menggunakan helm tersebut, tentu akan membahayakan kepala.

Helm asli bahannya dari plastik juga, namun terbuat dari plastik berkualitas dan tingkat ketebalannya disesuaikan dengan standar, mutunya bagus.

Untuk membedakannya, bisa dilakukan dengan cara memukul secara pelan lapisan luar helm.

Kalau suaranya melengking, itu dipastikan helm palsu. Helm asli tidak mengeluarkan suara yang keras jika dipukul. Itu karena bahannya tebal dan keras sehingga mampu melindungi kepala kita.

 

Memeriksa Panel Kaca atau Visor

Foto: Olx.co.id

Dalam membedakan helm asli dan palsu, bisa dilakukan dengan memeriksa visor atau kaca pada helm asli. Biasanya yang asli atau bermutu bagus menggunakan visor dari bahan polycarbonate yang lentur lentur serta tidak mudah retak.

Helm palsu dibuat dari bahan akrilik yang mudah pecah. Untuk dilakukan pengetesan, caranya tekan sedikit kaca, jika kaku, maka kaca tersebut asli dan bahannya dijamin bagus. Namun jika lentur, sudah bisa dipastikan helm itu palsu.

 

Memperhatikan Nomor Seri

Foto: schuberth.com

Seluruh helm pasti memiliki seri atau barcode, termasuk juga Bogo. Jika melakukan scan pasti masuk ke dalam situs resmi dari merek helm itu. Anda pun bisa memeriksa produk secara lebih mendalam lagi.

Nomor seri pada masing-masing helm akan berbeda, ini memudahkan pembeli memeriksa keasliannya. Ini biasanya tidak pernah diperhatikan oleh pembeli helm, padahal memeriksa nomor ini terbilang mudah dan fungsinya pun untuk mengetahui kualitas dan bahan yang digunakan.

Periksa Logo Standar Keamanan

Foto: Seeklogo.com

Helm yang asli biasanya memiliki standar yang sudah ditentukan. Misalkan di Indonesia ada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang wajib dimiliki oleh merek helm yang beredar di Indonesia. Standar ini untuk memastikan helm tersebut memberikan keamanan yang layak bagi penggunanya. Standar ini sebagai penanda, jika helm tersebut mampu menjaga kepala penggunanya.

Memeriksa Tali Pengikat Helm

Foto: Tokopedia.com

Tali pengikat ini sangat penting pada sebuah helm. Karena saat terjatuh (kecelakaan) tali ini tidak boleh lepas. Jika lepas, maka kepala tidak ada pengamannya lagi dan akan terbentur aspal atau benda keras lainnya.

Sebelum membeli, pastikan pengaitnya bisa bekerja secara maksimal. Tali pengikat helm ini ada berbagai jenis, model quick release buckle, double D-ring, atau micromatic buckle.

Quick release merupakan jenis pengikat yang cukup dikaitkan pada besi ke gesper, jika sampai berbunyi klik, pertanda helm tersebut sudah terkunci. Kemudian tali pengikat helm micromatic, bentuknya bergerigi, dan Double D-ring bentuknya dua besi yang bentuknya menyerupai huruf D, dan nantinya saling dikaitkan.

Pilih Helm yang busanya bisa dilepas

Foto: Shopee.co.id

Helm memiliki busa pelindung di dalamnya. helm asli biasanya busa tersebut dapat dilepas, untuk dibersihkan. Setiap helm tingkat ketebalannya beraneka ragam, ada yang berbusa tebal, dan menyeluruh sampai di pinggir telinga. Pilihlah helm dengan busa yang nyaman dipakai untuk aktivitas harian tetapi juga aman, biasanya penjual helm yang baik bisa memberi masukan seberapa tebal busa yang aman digunakan. Karena, jika helm terlalu longgar ditakutkan malah tidak maksimal keamanannya.