Foto: Dok. Suzuki
0
148

Starter Berisik, Ternyata ini Penyebabnya

Zaman dulu, untuk menghidupkan sepeda motor harus menggunakan kick starter. Seiring berkembangnya teknologi, muncul electric starter untuk memudahkan penggunanya dalam menghidupkan mesin. Sekarang ini, banyak motor yang justru menghilangkan kick starter dan hanya dibekali dengan electric starter, baik motor matik atau pun motor sport.

Jika electric starter mengalami masalah, tentu motor jadi sulit dihidupkan. Maka itu, penting untuk memperhatikan kondisi electric starter dan merawatnya agar dapat terus bekerja secara optimal.

Sistem electric starter bekerja dengan menggunakan arus listrik untuk memutar motor starter atau dinamo starter. Electric starter juga terdiri dari beberapa komponen, yakni baterai atau aki, fuse atau sekring, switch starter atau saklar, relay starter, dan motor starter.

Salah satu masalah yang sering timbul atau penyakit umum pada electric starter adalah ketika saklarnya ditekan, lalu timbul bunyi berisik atau kasar. Sering kali juga mesin tidak mau hidup setelah saklar electric starter ditekan.

Foto: Dok. sgbikerboy

Bunyi kasar tersebut kemungkinan besar berasal dari relay starter. Komponen ini biasa disebut juga dengan bendik starter. Tak sedikit pemilik motor yang jarang mendengar nama komponen tersebut atau melihatnya. Sebab, lokasinya memang tersembunyi dan cukup jarang mengalami kerusakan.

Meski demikian, relay starter memiliki fungsi yang sangat penting, yakni meneruskan arus listrik dari aki menuju motor starter. Jadi, ketika kunci kontak diputar ke posisi “On”, arus listrik dari aki sudah tersalurkan ke relay starter. Selanjutnya, relay starter akan meneruskannya ke motor starter ketika saklar electric starter ditekan.

Relay starter akan menurun performanya seiring dengan pemakaian atau usia pakai. Sebab, komponen ini terus menerus menerima arus listrik yang besar dari aki. Selain itu, kabel-kabelnya yang terbuat dari bahan kuningan juga bisa saja berjamur.

Untuk mengecek performa relay starter bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama multimeter. Jika komponen yang satu ini mulai rusak, biasanya dapat dilihat dari ciri-cirinya, di mana salah satunya adalah keluar bunyi kasar saat electric starter digunakan.

Foto: Dok. teknik-otomotif.co.id

Selain mengeluarkan bunyi yang kasar atau berisik, relay starter yang rusak juga bisa diketahui ketika mesin tidak bisa menyala, padahal kondisi aki masih normal. Jika saklar electric starter terus menerus ditekan karena pengemudi tidak mengetahuinya, lama kelamaan aki bisa tekor. Sebab, mesin tidak dapat menyala dan pengisian aki tidak bisa dilakukan.

Relay starter jarang sekali diperbaiki, biasanya langsung diganti dengan yang baru. Untuk harganya, cukup bervariatif, tergantung dari kelasnya atau kapasitas mesinnya. Untuk motor dengan mesin 110 cc hingga 125 cc, harga relay starter ada di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 50.000. Sedangkan untuk motor dengan mesin 250 cc, harganya bisa mencapai Rp 150.000. Untuk motor-motor besar atau motor gede (moge), harga relay starter dapat mencapai Rp 250.000 ke atas. Agar komponen ini awet usia pakainya, disarankan untuk menggunakan relay starter yang orisinal atau Original Equipment Manufacturer (OEM).

Pada beberapa motor matik, bunyi starter yang kasar juga bisa berasal dari bagian CVT. Pada beberapa kasus, saat saklar electric starter ditekan, starter clutch tidak tersangkut pada gear wheel starter. Penyebabnya bisa karena keausan pada komponen yang terdapat pada starter clutch, wheel starter, atau dinamo starter. Tapi, bisa juga disebabkan karena kotoran atau debu yang menumpuk pada bagian starter clutch. Tumpukan kotoran tersebut membuat spring, cap, dan poin dowel pada starter clutch tidak berfungsi sebagaimana mestinya.