0
459

Kenali Ciri dan Penyebab Motor Matik Harus Turun Mesin

Buat Anda yang memiliki kebutuhan untuk keluar setiap hari, maka memiliki sepeda motor pribadi adalah salah satu kebutuhan utama. Tentu dengan adanya sepeda motor maka harus diimbangi dengan perawatan yang mumpuni.

Utamanya adalah servis berkala apalagi jika disini kita berbicara soal motor matik murah. Apabila pengendara lalai dalam perawatan maka kerusakan komponen akan kerap terjadi. Bahkan bukan tidak mungkin akan terjadi turun mesin.

Jika hal tersebut sudah terjadi maka pengendara harus rela motornya diutak-atik oleh tangan-tangan ahli. Setidaknya ada empat ciri yang mudah untuk dikenali untuk mengetahui sepeda motor akan turun mesin.

Pertama adalah ciri yang paling mudah dikenali, yakni asap motor yang keluar dari knalpot ketika motor dinyalakan. Hal tersebut bisa muncul karena oli yang menyusup masuk ke mesin tepatnya pada ruang pembakaran. Kondisi ini bisa semakin buruk jika tidak segera ditangani.

Ciri kedua adalah motor susah hidup ketika dinyalakan. Hal ini bisa dikarenakan ketika oli masuk ke ruang pembakaran sehingga busi menjadi basah atau becek dan ketika kering justru meninggalkan kerak.

Ketiga motor hilang tenaga atau kompresi. Ketika mesin minim suplai oli, maka komponen mesin sangat kekurangan dalam pelumasan. Hal tersebut yang membuat beberapa komponen mesin seperti seher dan ring seher bekerja dengan sangat lemah.

Lalu terakhir yaitu suara mesin kasar. Cukup mudah dikenali jika pengendara peka dengan suara yang ditimbulkan. Kemungkinan terburuk dari terjadinya ini adalah oli mesin habis lalu suara yang ditimbulkan bisa lebih kasar lagi.

Lalu apa penyebab turun mesin?

Ketika berbicara turun mesin maka penyebabnya adalah beragam. Mulai dari yang sepele hingga memang kurang perawatan. Berikut lima penyebab mengapa motor matik murah harus turun mesin.

1. Telat Ganti Oli
Ini merupakan problematika paling umum dari para pengendara motor matik murah. Ini adalah murni kelalaian pengendara. Telatnya jadwal ganti oli bisa membuat kualitas dan volume oli mesin menjadi tidak maksimal. Akibatnya adalah mesin lebih cepat panas dan suara yang ditimbulkan menjadi lebih kasar. Bila hal ini dibiarkan maka komponen mesin bisa hancur. Seperti piston yang akan ngancing bahkan mesin tidak bisa dihidupkan sama sekali.

2. Jarang Servis Besar
Faktor ini tidak beda jauh dengan faktor pertama yang murni kesalahan pengendara. Motor matik murah butuh servis setidaknya dua kali dalam setahun. Minimal mampu membersihkan kerak yang menumpuk di bagian ruang pembakaran. Bila pengendara terlalu apatis maka kerja mesin akan terhambat karena kerak tersebut dan motor akan rusak berkepanjangan.

3. Cara Pakai
Cara berkendara setiap orang memang berbeda, dan hal tersebut yang menjadikan awet atau tidaknya motor. Kebiasaan buruk saat berkendara bisa membuat spare part mesin cepat lemah dan aus.

4. Tidak Sesuai Standar
Istilah umumnya adalah tune-up atau bore-up. Dengan memperbesar kapasitas silinder maka bukan berarti tidak memiliki risiko. Hal ini justru memperbesar terjadinya turun mesin. Terlebih jika tidak disesuaikan dengan bagian lain. Sederhananya, motor dipaksa naik cc-nya, yang membuat mesin bekerja ekstra dan diluar batas wajar sehingga mesin cepat rusak.

5. Usia Pakai Sepeda Motor
Tidak perlu heran ketika motor tua ngambek minta bongkar mesin, hal ini karena komponen dalam mesin sudah banyak yang aus. Biasanya motor dengan rentang usia 3 tahun, sudah mulai rewel untuk minta diperbaiki di bagian mesin.