Suzuki Bravo RC 100 Jet Cooled. Foto: naikmotor.com
0
371

Motor Suzuki 2 Tak Yang Masih Bisa Jadi Koleksi

Motor menjadi kendaraan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Sejak dulu, beragam jenis kuda besi hadir di jalan raya, mulai dari mesin dua tak yang mengeluarkan asap putih dari knalpotnya, hingga mesin empat tak yang memiliki bunyi lebih redam tanpa ada asap putih yang keluar dari knalpot.

Dari sekian banyak merek motor yang ada, Suzuki menjadi salah satu pabrikan asal Jepang yang konsisten menghadirkan beragam varian sepeda motor. Dari tahun ke tahun, mereka sudah memiliki berbagai jenis, mulai dari dua tak hingga empat tak. Dan di masanya, motor-motor tersebut cukup diminati pecinta roda dua di tanah air.

Meski pernah diminati, namun sebagian besar motor yang pernah diproduksi kini sudah tidak lagi dijual. Dan saat ini, motor-motor klasik Suzuki banyak dicari, diminati untuk koleksi, karena body dan mesinnya dinilai kuat dan bandel. Berikut rekomendasi motor Suzuki yang pernah diproduksi dan bisa diburu untuk dimiliki.

  1. Suzuki RC100

Suzuki menghadirkan RC100 di di Indonesia pada tahun 1987 sampai 1994. Suzuki RC100 membawa tren anyar di segmen moped, yaitu mesin 100cc.

Motor yang biasa disebut Jet Cooled ini sistem pendinginnya menggunakan kipas, dua tak dengan knalpot lurus berada di bawah.

Suzuki Bravo RC 100 Jet Cooled. Foto: Pertamax7
  1. Suzuki Crystal

Suzuki Crystal hadir pertama kali pada tahun 1990. Motor ini sebagai penerus RC100 dan RC80. Suzuki Crystal menjadi motor bebek pembuka dengan mesin 110 cc. Motor ini sendiri membawa desain ramping, bersudut lancip, namun bentuknya tidak kaku.

Bentuknya yang tidak terlalu panjang, sehingga mampu bermanuver dengan baik. Mesinnya 109cc, teknologi Jet Cooled, yang diklaim mampu meraih top speed 130 kpj.

Suzuki Crystal. Foto: naikmotor.com/Motor Tua Jakarta
  1. Suzuki Satria 120R

Moor ini cukup banyak diminati para pecinta roda dua pada di pertengahan 1990-an. Suzuki Satria 120R saat itu menjadi motor bebek dua tak yang memiliki mesin cukup besar, belum ada saingannya. Mesin masih didukung teknologi Jet Cooled, didukung dengan rangka dual box mirip sport bike, teknologi SCAF, dan sistem komputerisasi analisis rangka.

Suzuki Satria 120R memiliki daya tarik bagi kalangan muda pecinta kecepatan, dengan kopling manual. Namun, seiring peraturan yang melarang beredarnya motor dua tak, Suzuki pun menghentikan produksi motor ini.

Satria 120 R. Foto: Otomotif.Kompas.com(Andi Panser/Blue Tech)
  1. Suzuki Tornado

Suzuki Tornado sebenarnya motor yang menjadi penerus Suzuki Crystal, sepeda motor ini beredar cukup lama di Indonesia, mulai 1994 sampai 2004. Suzuki Tornado dalam dua tipe, Tornado GS dan Tornado GX, yang dibedakan dari sisi rem dan knalpot.

Tornado GS dengan knalpot kolong yang dibuat melengkung ke atas, sementara Tornado GX knalpotnya lurus dari depan hingga ke belakang dengan lapisan chrome. mesin keduanya juga berbeda, Tornado GS Tornado GS di bekali mesin 109cc, sementara Tornado GX masih membawa mesin 100cc.

Suzuki Tornado. Foto: otomotif.kompas
  1. Suzuki RC100 Sprinter

Motor ini dihadirkan oleh pabrikan berlambang S tahun 1989 untuk menjegal Yamaha Alfa yang saat itu cukup laris. Suzuki RC100 membawa mesin 2 tak, satu silinder, OHC, Jet Cooled, berkapasitas 99,6cc. Namun, keberadaannya hanya beberapa tahun saja, pamornya kalah dengan Yamaha Champ, dan tahun 1992 Suzuki menghentikan produksinya.

Suzuki RC100 Sprinter. Foto: otosia
  1. Suzuki Bravo

Ini adalah versi facelift dari RC100 yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994. Dari jajaran motor yang diproduksi, Bravo menjadi varian yang cukup lama hadir di INdonesia, karena cukup diminati.

Suzuki Bravo menggunakan mesin 2 tak, satu silinder, Jet Cooled, Reed Valve, berkapasitas 99,6cc, yang diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimal 8,1 daya kuda pada 6.500 rpm. Kecepatan maksimalnya mampu mencapai angka 100 kpj. 

Suzuki Bravo. Foto: Bukalapak