Dok. Momotor.id
0
232

Kenali Gejala Belt CVT Mulai Rusak

Sebuah skutik atau skuter matik memiliki sistem penggerak yang berbeda dengan motor biasa dengan gigi manual. Jika sebuah motor bebek gigi manual menggunakan rantai untuk menggerakkan roda belakang, sebuah skutik menggunakan v-belt atau van belt yang menggerakkan roda belakang.

Bisa dibilang peranan sebuah v-belt pada skutik sangatlah penting. Pasalnya jika tidak ada v-belt yang menghubungkan pulley depan dengan pulley belakang, maka sebuah skutik tidak akan bisa berjalan.

Seiring pemakaian dan berjalannya waktu, komponen dengan material karet tersebut bisa getas dan berakhir putus. Tentunya ketika v-belt putus akan sangat berbahaya karena bisa membuat motor berhenti mendadak walau dalam kondisi mesin hidup.

Maka dari itu sangat penting sekali untuk para pemilik skuter matik mengenali gejala yang ditunjukkan ketika v-belt mulai rusak. Ada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat ketika v-belt mulai rusak.

Gejala yang pertama kali muncul ketika belt mulai rusak berupa adanya suara yang muncul dari bagian box cvt. Suara tersebut muncul pada saat motor sedang akselerasi awal dan diikuti dengan suara decitan dari bagian CVT tersebut.

Gejala kedua yang muncul adalah tarikan akan terasa kaku dan kasar. Gejala tersebut terasa seperti motor baru saja terendam banjir. Umumnya ketika belt masih dalam kondisi prima tarikan motor terasa halus dan lancar.

Gejala berikutnya yang bisa dirasakan ketika belt mulai rusak adalah saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa sulit dan tidak mulus. Saat itu muncul rasa seperti kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan, tetapi kecepatan motor tidak mengalami penambahan.

Dok. Wahana Honda

Kemudian tanda lain yang umumnya dijadikan tanda belt mulai rusak adalah adanya getaran pada motor. Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.

Penyebab v-belt putus tidak hanya disebabkan oleh masa pakai saja, tapi ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan v-belt mudah putus, meski usia penggunaannya belum terlampau lama. Salah satu faktor penyebab v-belt mudah putus adalah beban kerja pada belt yang terlalu berlebihan. Semisal, saat mesin dalam keadaan yang tidak prima, tetapi motor digunakan pada jalanan yang ekstrem maka v-belt akan mengalami penurunan fungsi secara otomatis.

Selain kondisi mesin harus dalam kondisi yang prima, pelumasan pada transmisi CVT (gearbox) juga bisa mempengaruhi masa pakai dari v-belt. Terlebih pada motor matik yang memiliki transmisi berbeda dengan motor biasa. Jika proses pelumasan dilupakan, komponen akan seret sehingga v-belt motor menjadi lebih berat.

Jika belt menanggung beban yang berat, kondisinya akan semakin memburuk dan mudah putus. Apabila motor terasa lebih berat serta sabuk CVT semakin melar, segera ganti v-belt motor Anda.