Dok. Foto: The Drive
0
203

Jangan Asal, Ternyata Rem Depan dan Belakang Motor Beda Fungsi Lho

Rem adalah salah satu komponen yang sangat penting pada sepeda motor. Fungsinya berkaitan erat dengan sistem keamanan yakni untuk menahan laju motor. Baik saat akan berhenti atau saat menghindari bahaya ketika berkendara.

Fungsi rem yang berjalan dengan baik merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki kendaraan bermotor untuk keamanan di jalan. Jika rem tidak bekerja dengan baik maka sepeda motor dianggap tidak layak jalan karena bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Meski fungsinya sama-sama menahan laju motor, rem depan dan belakang motor ternyata memiliki fungsi yang berbeda lho. Dikutip dari Wahana Honda, rem depan lebih efektif berfungsi untuk mengurangi kecepatan laju kendaraan sementara rem belakang berfungsi untuk menyeimbangkan kendaraan agar tak terjatuh.

Selain itu, penggunaan rem depan dan belakang juga memiliki waktu tepat penggunaan yang berbeda. Hal ini penting dipahami oleh pengendara agar terhindar dari kecelakaan.

Jenis rem yang akan digunakan sendiri tergantung dari kondisi jalan. Rem depan lebih efektif digunakan untuk mengurangi kecepatan di jalan yang rata dan mulus. Kondisi jalan ini maksudnya tidak licin, tidak berpasir, dan jalanan datar.

Jika rem belakang digunakan di kondisi jalanan yang tidak mendukung, motor bisa tergelincir. Pasalnya, tidak ada cengkeraman (grip) yang memadai untuk roda depan.

Selain itu, untuk kecepatan di atas 50 km/jam tidak disarankan menghentikan laju motor hanya dengan menggunakan rem depan.

Sementara fungsi rem belakang jauh lebih fleksibel. Rem belakang lebih tepat digunakan untuk kondisi jalan tidak rata, licin, atau menurun. Hal ini karena cengkeraman pada roda belakang bisa mengurangi risiko tergelincir atau terjatuh.

Baik rem depan maupun belakang baiknya digunakan secara beriringan. Lebih baik lagi digunakan sesuai fungsinya, sesuai kontur jalan yang dilewati.

Sementara itu, ada beberapa tips untuk menggunakan rem secara benar agar pengendara lebih aman:

1. Menekan rem perlahan

Menekan rem harus perlahan-lahan, tidak boleh secara keras dan mendadak karena bisa berbahaya untuk pengendara motor. Menekan rem secara mendadak dan keras bisa menyebabkan ban selip dan terjatuh.

2. Perhitungkan jarak pengereman

Jarak pengereman ini sangat penting karena mengerem mendadak bisa sangat membahayakan. Semakin jauh jarak pengereman, maka semakin efektif teknik yang dipakai. Mengerem mendadak di jalanan yang ramai bisa menyebabkan kecelakaan beruntun.

3. Gunakan dua tangan untuk mengerem

Artinya memang baik mengerem sekaligus menggunakan rem depan dan rem belakang. Hal ini membuat motor lebih stabil, apalagi di kecepatan di atas 50 km/jam.

Selain itu, jangan lupa untuk melepas tuas gas sebelum melakukan pengereman. Jika dipaksa mengerem saat tuas gas masih terbuka, bisa menyebabkan ban selip. Selain itu, mesin motor juga bisa cepat rusak saat mengerem sambil gas tetap terbuka.