Dok. Wahana Honda
0
261

Injector Cleaning, Berikut Tahapannya

Seiring dengan berkembangnya teknologi pada sepeda motor, tentunya fitur-fitur yang ada di dalamnya ikut mendapatkan peningkatan. Mulai dari sistem pengereman yang dahulu menggunakan tromol depan dan belakang berubah menjadi cakram depan belakang, hingga sistem pengkabutan.

Dahulu setiap sepeda motor menggunakan karburator untuk merubah bahan bakar menjadi kabut agar bisa terjadi ledakan di dalam ruang bakar. Tapi saat ini penggunaan karburator sebagai sistem pengkabutan sudah mulai ditinggalkan oleh para pabrikan motor dan diganti dengan menggunakan sistem pengabutan injeksi.

Penggunaan sistem pengabutan injeksi ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan karburator. Hal tersebut disebabkan oleh semburan kabut bensin yang dilakukan oleh injector diatur oleh ECU.

Tentunya injector ini cukup memiliki peranan yang penting pada sebuah mesin agar bisa bekerja dengan baik. Pemasangan dari injector pun tidak bisa sembarangan dan harus bisa menyemburkan bbm sesuai dengan kebutuhan mesin.

Jika cc bensin yang disemburkan oleh injector lebih besar dari kapasitas kebutuhan mesin, maka mesin tidak akan bekerja dengan sempurna karena terlalu banyak bensin yang masuk ke ruang bakar dan akhirnya terbuang sia-sia. Sebaliknya jika semburan bensin terlalu sedikit, pembakaran tidak akan maksimal dan mesin berpotensi akan menimbulkan panas berlebih.

Nah agar tetap bisa menyemburkan bensin sesuai kebutuhan mesin, kondisi dari injector harus tetap prima. Ya, kondisi sebuah injector memang kadang kemasukan kotoran sehingga membuat semburan bensinnya tidak sempurna. Kotoran yang masuk kedalam injector tersebut disebabkan oleh tangki bbm yang kotor sehingga kotoranya ikut tersedot hingga masuk kedalam injector.

Untuk itu, dalam kurun waktu tertentu sebaiknya kita juga membersihkan injector yang ada di motor kita. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membersihkan injector seperti menggunakan injector tester dan injector cleaner, mencampur injector cleaner dengan bahan bakar hingga menggunakan FI Cleaner.

Dari ketiga cara tersebut, yang paling mudah dilakukan adalah dengan mencampur injector cleaner dengan bbm. Dengan cara tersebut pembersih injektor tersebut akan ikut terbawa bensin dan menggerus kotoran yang ada di dalam injektor sekaligus ruang bakar. Meski sangat mudah, cara tersebut tidak mampu membersihkan 100 persen hanya dalam sekali pengejaan.

Cara yang bisa membersihkan lebih baik adalah dengan menggunakan injektor tester dan injector cleaner. Namun membersihkan dengan cara ini sedikit lebih rumit lantaran harus melepas injector. Namun dengan menggunakan cara ini, kita bisa langsung mengetahui besaran dari semburan injector.

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan FI Cleaner. Proses pembersihan metode ini masih menggunakan cairan carbon cleaner, namun cairan pembersih tersebut memiliki fungsi lain yaitu sebagai pengganti bensin. Metode ini memiliki cara kerja seperti infus yaitu cairan cleaner digantung dan disambungkan ke injektor dibantu dengan kompresor. Kompresor tersebut memiliki fungsi untuk mendorong cairan cleaner agar bisa masuk kedalam ruang bakar.

Setelah terhubung semua, kita tinggal menyalakan motor dan membiarkan beberapa saat. Tujuannya adalah agar kotoran bisa rontok dan terbuang bersama dengan gas buang. 

Namun membersihkan injector ini tidak boleh dilakukan terlalu sering. Pasalnya cairan cleaner yang cenderung keras tersebut bisa membuat karet yang ada di dalam injektor akan cepat getas dan rusak.