Suzuki Thunder 250 | Photo: Gilamotor.com
8
9547

Suzuki Thunder 2003, Cafe Racer No Rules

GILAMOTOR.com – Harus diakui, kadang memilih konsep atau sebuha gaya modifikasi tak cukup mudah meski refrensi bertebaran dimana-mana. Keinginan tampil beda dari yang sudah ada, memicu pikiran untuk mencari sesuatu yang baru agar tampil sedikit berbeda.

Hal tersebut diakui Defry Nurhutama yang ingin Suzuki Thunder rakitan tahun 2003 miliknya berubah dengan gaya simpel namun mampu memancing mata untuk terus memandangnya.

“Bosan juga sama tampilan aslinya, jadi dirombak total dengan gaya klasik sehingga orang melihatnya agak pangling dan masih enak dipandang dengan ubahan yang minimalis,” tutur Defry.

Thunder 250 Cafe Racer No Rules
Thunder 250 Cafe Racer No Rules

Secara umum, Thunder 250 jadi salah satu pilihan bagi para pecinta touring. Tenaga dan torsi yang mumpuni, mampu memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan. Terlebih posisi berkendara yang mendukung untuk pelesiran melintasi jalan raya di berbagai daerah di Indonesia. Namun ada masanya rasa bosan dengan desain aselinya menggerogoti pikiran. Rumah modifikasi Hantu Laut di Jl. H. Nawi, Jakarta Selatan, pun jadi tempat pembedahan.

Donny Permana, builder yang bisa dibilang cukup kawakan menggarap beragam gaya modifikasi, mengubah Thunder 250 itu dengan gaya Cafe Racer No Rules.

Thunder 250 Cafer Racer No Rules 2

“Setiap motor yang masuk sini harus punya ciri khas tersendiri meski alirannya sama. Begitu juga kalau mengambil tema dari luar negeri, tetap bergaya Indonesia untuk membuktikan karya anak bangsa,” tutur Donny.

Merujuk pada gaya cafe racer no rules, Donny memfokuskan pengerjaan pada bagian tangki dan jok. Bagian inilah yang menurut Donny akan menentukan sedap atau tidaknya sebuah motor kastem dipandang. Setelah itu, bagian pendukungnya adalah sektor kaki-kaki yang harus menyesuaikan bentuk tangki dan joknya.

Thunder 250 Cafer Racer No Rules 6

Jika tangki dan jok merupakan kreasi dari tangan buider Hantu Laut, beberapa komponen limbah kaki-kaki jadi pilihan untuk mendukung perubahannya. Pelek depan, belakang dan sok depan mencomot kepunyaan Suzuki Bandit 400. Sementara lengan ayunnya diambil dari limbah Honda CB400 Super Four.

Thunder 250 Cafer Racer No Rules 5

“Karena alirannya café racer no rules, maka bagian tengah rangka enggak dikasih cover. Jadi, tampilannya terlihat kekar dan lebih menonjol,” tutup Donny.
[TGH]

Data modif :
Pelek depan-belakang : Suzuki Bandit 400
Ban depan-belakang : Pirelli
Sok depan : Bandit 400
Tangki : custom HL
Sepatbor depan-belakang : custom HL
Jok : custom HL
Karbu : Keihin PWK 34
Knalpot : custom HL
Hantu Laut (HL) : 0818-181078

8 COMMENTS