Dok. Foto: Ohlins
0
361

Apa Saja Fitur yang Ada di Shockbreaker Belakang

Shockbreaker merupakan komponen sepeda motor yang berfungsi sebagai peredam guncangan sehingga pengendara merasa stabil saat melewati beragam kondisi jalan. Dengan adanya shockbreaker, pengendara bisa merasa lebih nyaman dalam berkendara karena guncangan terasa lebih halus dan ringan.

Tetapi, mungkin banyak yang belum tahu kalau shockbreaker ini memiliki beragam fitur. Terutama pada sepeda motor-sepeda motor besar atau aftermarket.

Ada beberapa macam fitur pada shockbreaker, biasanya memang ada pada motor-motor yang digunakan untuk balap. Di antaranya, preload, rebound, dan compression high and low.

Fungsi dari fitur ini memang berbeda-beda, tapi tujuannya sama yakni memberikan kenyamanan bagi pengendara saat melewati kondisi jalan tertentu.

Preload adjuster ini berfungsi untuk keras atau lembut settingan shockbreaker tanpa harus menambah atau mengurangi volume di shockbreaker. Preload ini untuk mengatur tinggi rendah motor. Preload bukan hanya ada di motor besar, tetapi di motor kecil juga ada.

Sayangnya, masih banyak yang belum tahu menyetel shockbreaker preload ini. Misalnya, saja banyak yang mengeluh shockbreakernya keras padahal kerasnya karena mentok alias bottoming. Hal ini bisa karena misalnya pada motor dengan panjang sok 335 mm, kemudian setelan preloadnya 15 mm.

Saat terkena bobot motor dan pengendara, maka shockbreaker akan amblas 4 cm. Otomatis, motor akan berisiko bottoming karena sisa travelnya sedikit. Kalau sudah demikian, baiknya setelan preload ditambah agar tak mentok.

Kedua adalah fitur damper rebound dan compression. Fitur ini berfungsi supaya ban mendapat traksi. Jadi, ban harus ada di aspal terus. Kalau ban tak ada di aspal, maka tak ada traksi. Setelan pada damper rebound dan compression ini berbeda-beda, antara 10 klik sampai 24 klik.

Biasanya, shockbreaker akan disetel di tengah-tengahnya di 12 klik. Damper rebound berfungsi membantu kinerja per saat melewati jalan dengan benjolan. Sementara rebound berfungsi untuk mengembalikan shock sesuai waktunya.

Di shockbreaker premium, biasanya juga ada Low Speed Compression (LSC) dan High Speed Compression (HSC). LSC berfungsi untuk menyerap berat badan melawan gravitasi dengan cara yang lambat dan terkontrol, seperti melewati berm atau lubang yang lembut.

Sementara HSC berfungsi saat mengenai batu besar atau motor lompat tinggi, jadi tugasnya menahan beban yang berlebihan. Speed pada HSC ini artinya yakni kecepatan piston bekerja, bukan kecepatan sepeda motor di jalan.

Salah satu gejala setelah rebound yang terlalu cepat kembali yakni motor limbung saat menikung atau saat melewati jalan bumpy (jalan dengan benjolan). Setiap pengendara biasanya memiliki setelah berbeda-beda untuk kenyamanan masing-masing. Baiknya konsultasi ke bengkel terpercaya untuk setelah shockbreaker yang aman dan nyaman.