Dok. Foto: Venhill.co.uk
0
267

Efek Tekanan Ban yang Berlebihan, Apa Saja?

Ban adalah komponen dalam kendaraan bermotor yang sangat penting karena bersentuhan langsung dengan jalanan. Untuk itu kondisi ban ini harus selalu dalam keadaan baik.

Ban tidak boleh kurang angin, tidak boleh juga kelebihan angin. Pasalnya, kondisi kekurangan atau kelebihan angin bisa membuat risiko bagi pengendara.

Biasanya pengendara lebih peka pada ban yang kurang angin daripada kelebihan angin. Seperti saat akan berkendara, motor yang kurang angin akan segera dipompa tapi bila kelebihan angin akan dibiarkan.

Padahal, ban motor yang kelebihan angin juga bisa bikin bahaya lho. Berikut beberapa efek apabila tekanan ban berlebihan:

1. Kurang mampu menyerap getaran

Saat volume angin dalam ban semakin besar, maka tekanan dalam ban semakin tinggi. Ini akan membuat tekstur ban menjadi terlalu keras.

Akibatnya akan membuat ban kehilangan daya serap terhadap getaran. Sehingga ketika dikendarai, bagian ban akan terasa seperti besi yang tak memiliki peredam getaran. Bahkan, ketika melewati jalan mulus pun kendaraan akan tetap bergetar.

2. Mengurangi stabilitas berkendara

Jika ban terlalu keras maka akan menyebabkan cekraman ban pada jalan tak sempurna. Efeknya, bisa menyebabkan ban selip sehingga rawan kecelakaan.

Selain itu, saat tekanan dalam ban terlalu besar, akan menyebabkan bagian tengah ban jadi lebih menonjol. Pasalnya, bagian tengah ban ini paling lentur dibanding yang lain sehingga lebih banyak berisi angin.

Akibatnya, bagian ini yang akan lebih banyak bersentuhan dengan jalan ketimbang bagian lain. Hal ini pun membuat stabilitas kendaraan jadi berkurang karena tidak semua permukaan ban bersentuhan dengan jalan.

3. Bagian tengah ban lebih cepat aus

Karena bagian tengah ban jadi yang lebih banyak bersentuhan dengan aspal jalan, otomatis bagian ini akan lebih cepat halus. Jika kondisi ini berjalan lama, akan menyebabkan ban jadi lebih cepat alami kebocoran.

4. Ban bisa meletus

Risiko paling mengerikan tentu saja ban bisa meledak. Kondisi ini paling membahayakan karena motor pasti akan langsung terjatuh.

Ban yang terlalu keras bisa meletus karena bergesekan terus menerus dengan aspal jalan yang panas. Aspal di siang hari cenderung panas, sehingga merambat ke ban dan suhunya pun akan semakin tinggi.

Jika suhu terus semakin tinggi maka tekanan dalam ban pun akan semakin tinggi sehingga bisa menyebabkan ban meletus.

Untuk itu, akan lebih baik mengisi angin di ban dengan tekanan yang normal, tidak kurang dan tidak berlebihan.

Untuk tekanan angin pada motor yang dianjurkan adalah 36 PSI untuk motor bebek dan 35 hingga 40 PSI untuk motor-motor sport.