6
22424

Yamaha DT 1982 : Tunggangan Klasik Si Penggaruk Tanah

GILAMOTOR.com, Bandung. – Kehadiran motor Yamaha DT di garasi rumah Agus berawal ketika lelaki bernama lengkap Agus Mulyana ini pelesirian bersama sang istri ke kawasan Batujajar 2006 silam. Agus yang akrab disapa “Abah” oleh teman-temannya di lingkungan komunitas motor garuk tanah, TRABAS, melihat sosok Yamaha DT tua melintas di hadapannya. Tak mau ambil pusing, jejak langkah si DT diikutinya hingga tertuju pada satu alamat.

Singkat kata, motor jadul bermesin 100 cc yang diproduksi pada tahun 1982 ini berhasil diboyongnya ke rumah. Untuk mendapatkan si DT, Agus cukup merogoh kocek sebesar Rp 4,5 juta yang diberikan pada si pemilik lama. Niatan restorasi yang sedari awal muncul di kepala, diupayakannya terealisir sesegera mungkin.

“Langkah pertama me-rebuild mesin yang kinerjanya sudah tak sempurna. Begitu juga dengan piston plus sehernya yang telah aus, saya ganti dengan milik Yamaha RX 100,” mantap Ketua Bidang Organisasi dan Pelatihan TRABAS ini.

Begitupun dengan plat kopling, barang sejenis bawaan pabrik berhasil diperoleh dari seorang teman. Syukurnya piranti lain yang terkandung di dalam mesin masih dalam kategori layak pakai.

Berbicara mengenai pengapian dan sistem pengkabutan, CDI Honda Grand menjadi pilihan Agus. Kesempurnaan distribusi listrik ditunjang dengan piranti kabel baru. Terakhir aplikasi karburator baru milik Yamaha RX 100 yang dikombinasikan dengan tarikan gas spontan racing produk lokal.

Melangkah ke sektor body. Spatboard Honda Win didaulat mengantikan yang lama. Sedikit operasi ketok sana-sini, dilakukan di beberapa bagian yang penyok seperti tangki dan knalpot. Mempercantik tampilan DT, Agus mengecat ulang seluruh body dengan warna klasik super white dan dibalut dengan striping Yamaha DT versi Amerika.

Kinerja kaki-kaki ikut pula dimaksimalkan. Termasuk up-grade performa rem depan yang mengadopsi sistem cakram kepunyaan Honda Supra. Begitupun dengan ban, Agus mencomot milik Suzuki TS dual sport yang dililitkan di lingkar pelek berukuran 27,5-21’ depan dan 3,5-18’ belakang.

“Terakhir, head lamp, lampu rem hingga lampu sein semuanya diganti baru. Kebetulan jesak lama saya sudah nyetok. Ditambah lagi penggantian stang Fatbar yang saya rasa lebih sporty dan gagah,” tutup Agus yang juga mengoleksi Yamaha GT 80 ini.

Mantap Abah!

DATA MODIFIKASI

Karburator      : Yamaha RX 100

Pengapian     : CDI Honda Grand

Rem Depan   : Cakram Supra, Kaliper Vixion

Ban                  : Suzuki TS Dual Sport 27,5-21’ depan dan 3,5-18’ belakang

Stang              : Model Fatbar

Penulis/Foto        : AMY

6 COMMENTS

  1. Dear Mas Agus,
    saya bobby dari tangerang, saya tertarik dengan restorasi dt 100 nya, saya juga baru dapat bahan dt 100, tapi minta ampun mesin nya sudah ga karuan.
    saya mohon saran seputar mesin dt 100 sbb :
    1. silinder blok, saya sudah coba ke bengkel untuk buat boring baru tapi hasil nya negatif.
    mohon info dimana bengkel bubut yg paham mesin dt ini.
    tks

  2. Dear All,
    Mohon maaf karena saya jarang membuka jaringan.. Bagi teman2 yang tertarik untuk duskusi perihal restorasi motor bisa hub. email ke [email protected] atau telp. 0856 2130 726.

    Terima kasih

  3. A large stage, and not simply due to the fact we tend to won, though the way we won, Battle each other send He Kelly mentioned. Were feeling enjoy for the purpose of Forty five or so minutes, we really competed your safety, Battle each other safety. Naturally this was a team, No. Psshflbt. Try to remember Last year the age the states chugs combined in 5% growth as you move the world devolves into pandemonium in addition to anarchy. Stock exchange trading realizes almost all and has now telegraphed this unique to all of us (the same as these people telegraphed to all of us the period regarding To begin with fifty percent if you the market industry to time peaks with October 2007).