1
270

Harley-Davidson WL45 1947 Krom Works: Konsep Boardtracker yang Tak Lazim

Gilamotor.com – Tak lazim kayaknya pantas disematkan pada motor kustom beraliran boardtracker garapan Krom Works yang satu ini. Alih-alih menerapkan pakem chopper yang sekarang lagi “in”, gerai asal Ciputat dimaksud malah pakai konsep boardtracker bermesin Harley-Davidson Flathead bawaan tipe WL45. Itu tuh, salah satu motor H-D yang persenelingnya ada di tangan.

Nggak hanya itu. Pakem pacuan balap era 1910 hingga 1920an yang diimplementasikan pada motor yang disematkan nama Tosan Adjie ini juga sangat berbeda dibanding motor boardtracker biasa. Biar tetap menyiratkan kesan klasik ala motor-motor sirkuit papan, Andika Pratama si punggawa Krom Works sengaja nggak pakai fork telescopic atau upside down. Melainkan menerapkan fork model springer Gilmoters. Penasaran kan?

Namun sebelum masuk ke tahap pembuatan suspensi, pria yang besar di PI alias Pondok Ijo dan bukan Pondok Indah ini harus berjibaku di sektor frame. Soalnya, Andika ogah mengadopsi sasis berbahan pipa besi. Sudah terlalu biasa menurutnya. Urusan yang satu ini, dirinya kepingin tampil beda.

“Buat frame saya sengaja memilih material stainless steel. Soalnya lebih keren, unik dan beda. Memang sih, proses pembuatannya lebih memakan waktu,” jelasnya.

Awalnya Andika membuat pola pada plat stainless steel. Setelah itu dilanjutkan dengan memotong pola tersebut, menekuk alias bending baru kemudian masuk tahapan milling.

“Memang menyulitkan. Namun justru di situ tantangannya. Karakternya sendiri cukup unik. Tidak seperti pipa besi yang kalau kena api las bahannya tetap diam, material stainless steel bisa twist saat dilas. Karena konstruksinya juga sangat berbeda, jadi kita tidak menggunakan frame jig. Tapi masing-masing bagian sasis kita pasang bracket sendiri. Mulai dari down tube, top tube, center post hingga wishbone punya bracket yang berbeda,” jelas Andika.

Ribet juga ya Gilmoters. Tapi istilah kata “No Pain, No Gain” bro! Nggak bakalan dapat hasil yang memuaskan kalau nggak pakai pengorbanan. Yekaaaan.. Tapi Urusan sih belum selesai sampai di situ. Kelar sektor frame, giliran suspensi yang diotak-atik. Gilmoters lihat ada yang aneh di bagian depannya? Yes! fork depan model springer yang dipakai bukan springer biasa Gilmoters. Sepasang per sengaja ditanam di atas backbone bukannya di depan neck alias head tube. Nah lho! Bingung kan?

“Proses terumit ada di suspensi depan, supaya unik namun tetap ada unsur klasiknya. Akhirnya saya dan Lufti Ardika memutuskan untuk menanamkan springer di atas backbone. Proses ini cukup memakan waktu,” ungkap Andika.

Kurang rumit gimana lagi coba Gilmoters. Bagian necknya nggak hanya berfungsi jadi rumah komstir, tapi juga dipakai buat menggerakkan suspensi. Alhasil, proses trial and error terpaksa beberapa kali dilakukan guna mendapatkan hasil yang diinginkan. Bahkan saat pembuatan, suspensi ini sempat tidak bergerak. Wah gawat!

“Dari tuas bagian linkage yang bertugas untuk mendorong per dan berada di bawah per sempat tidak bergerak lantaran melintir dan mentok dengan as shock. Akhirnya kita mencoba mengakalinya dengan menambahkan tuas ke atas agar lebih stabil. Proses selanjutnya adalah  menentukan rebound dan spring rate agar bisa membopong bobot frame, mesin dan pengendara,” jelas Andika.

Nah kalau ngomongin mesin sih nggak banyak perubahan Gilmoters. Walau memang ini juga jadi tantangan buat Andika. Soalnya cowok ganteng ini biasanya kalau custom motor pakai mesin HD modern kayak Evolution atau Twin Cam. Nah buat boardtracker ini justru malah milih pakai mesin Flathead.

“Memang saya sudah akrab dengan mesin-mesin Harley-Davidson yang mengadopsi sistem pasokan bahan bakar injection. Sementara untuk proyek kolaborasi saya bareng Lufti kali ini saya memilih mesin bawaan HD WL45 lansiran tahun 1947. Jadi termotivasi sih. Untungnya kita juga dibantu sama salah seorang teman yang memang akrab dengan mesin-mesin tua. Jadi proses rebuildnya nggak sulit,” tambahnya.

Selain merestorasi, Andika hanya melakukan proses polishing, powdercoating dan memulasnya dengan balutan chrome di beberapa bagian. Tanpa mendongkrak performanya lewat pengadopsian komponen-komponen hi-perf.

“Ada kepuasan tersendiri saat membangun motor custom dengan menggunakan salah satu mesin Harley-Davidson legendaris yang bisa dibilang sudah tidak bernyawa lagi,” ujar Andika.

Hasilnya seperti bisa Gilmoters lihat lewat potongan gambar yang Bang Gilmot abadikan. Bagaimana Gilmoters? Kalau kata Bang Gilmot sih yes, menurut Mas Anang gimana? Heheheee…

“Karya ini terinspirasi dari proses perjalanan saya selama ini. Belajar dari berbagai ajang custom yang pernah saya ikuti, ngobrol sana-sini dengan builder-builder Indonesia maupun mancanegara. Hingga akhirnya kepikiran buat bikin motor seperti ini. Motor handmade bergaya boardtracker,” tutupnya.

Spesifikasi Harley Davidson WL 1947

Sasis : Custom hand made Krom Works
Fork: Springer Hand Made Krom Works
Mesin: HD WL45 Flathead 1947
Velg : 21 inc
Ban : Shinko 21/300
Stainless Steel : ukuran 3 – 5 cm, ketebalan 316.
Bengkel : Krom Works
Jl. Duta Permai 8 blok CO no. 16
Pondok Hijau – Ciputat, Tangerang Selatan
Telpon : 083899990459

  • HD-WL-Flathead-Boardtracker

1 COMMENT