0
479

Motor Honda ADV150 Sikat Nominasi Terbaik FMY 2019

Gilamotor.com – Kemunculan Honda ADV150 tentunya menggebrak pasar big skutik di Indonesia, selain desain yang menarik fitur yang ditawarkan juga sudah kekinian Gilmoters. FORWOT Motorcycle of the Year (FMY) 2019 juga memberikan informasi dan referensi terkait motor-motor terbaik di Tanah Air dalam satu tahun terakhir mulai dari September 2018 – Agustus 2019.

Ada 15 motor baru yang terjaring jenisnya cukup banyak mulai dari naked bike, sport bike, sampai Skutik (skuter otomatis) Gilmoters, proses pemilihan pertama dilakukan oleh 83 juri dari berbagai media berbeda.

(Baca juga: Pengguna Motor Honda ADV150 Bisa Bergabung Dengan Komunitas HAI)

Kemudian terpilih 5 motor yang lolos ke tahap penilaian akhir FMY 2019, yakni Honda ADV150, Yamaha MT-15, Suzuki GSX 150 Bandit, Yamaha FreeGo, Kawasaki Ninja 250. 5 motor tersebut kembali dinilai oleh dewan juri yang sudah diseleksi Forwot berdasarkan pengalamannya.

Jumlah juri yang melakukan penilaian terdiri dari 21 jurnalis dan masing -masing juri megantongi 25 poin untuk melakukan penilaian kelima motor tersebut.

Berbagai macam aspek penilaian menjadi dasar utama Honda ADV 150 bisa dinobatkan sebagai FMY 2019 dengan jumlah 144 poin. Sementara posisi kedua ditempati oleh Yamaha MT-15 dengan catatan 105 poin, Suzuki GSX150 Bandit 93 poin, Yamaha FreeGo 93 poin dan Kawasaki Ninja 250 meraih 90 poin Gilmoters.

“Pada 2018 Honda PCX Hybrid dan tahun ini Honda ADV 150. Menurut penilaian para juri, skutik yang mengusung gaya petualang itu cukup menyita perhatian, dengan desainnya yang gagah, dan fitur-fitur ditawarkan sesuai kebutuhan masyarakat zaman sekarang,” ujar Jeffry Yanto Sudibyo, Ketua Dewan Juri FMY 2019.

Diharapkan dengan terpilihnya Motor Honda ADV150 bisa memberikan inspirasi kepada Agen Pemegang Merk (APM) lainnya dalam menjual sepeda motor di Indonesia. Dan Indra Prabowo, Ketua Umum FORWOT mengatakan bahwa ditahun 2019 terjadi penurunan jumlah motor baru, yang awalnya berjumlah 30 pada 2018 kini hanya 15 unit.

“Biasanya agen pemegang merek menahan untuk merilis produk-produk barunya karena dipengaruhi dengan kondisi ekonomi dan situasi politik karena ujung-ujungnya berdampak pada pembelian konsumen,” kata Pak I sapaan akrabnya usai acara FYM 2019.