0
457

Doni Tata Satu – satunya Wakil Indonesia Dalam Podium Kelas FFA 450 Trial Game Asphalt

Gilamotor.com – Bermain dikelas FFA 450 Trial Game Asphalt International Championship (TGAIC) 2019 yang berlangsung di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah tiga pembalap Eropa berhasil menguasai podium Gilmoters. Namun ternyata ada satu pembalap Indonesia yang ikut naik podium kelas bergengsi ini.

Pada kelas ini pembalap Eropa akan bersaing dengan pembalap nasional seperti Doni Tata, Farudilla Adam, Tommy Salim, Ivan Harry, Raffi G Tangka, Rian Hercules, Surya Narayana hingga Pedro Wunner.

(Baca juga: Seri Malang Membuat Peserta Trial Game Asphalt 2019 Adu Strategi Dan Nyali)

Tentunya pembalap nasional lebih menguasai karakteristik dari sirkuit ini Gilmoters, sayangnya hanya satu pembalap nasional yang mengisi podium dikelas ini yaitu Doni Tata.

Melihat hal itu ternyata tiga pembalap profesional Eropa sudah menyiapkan beberapa persiapan ini agar tidak pulang dengan tangan hampa dan membawa medali. Hujan yang mengguyur sirkuit membuat tiga pembalap Eropa melakukan persiapan ulang seperti halnya setingan motor.

“Apa yang saya persiapkan sejak kemarin berubah jadi nol karena kondisi cuaca. Ini tantangan yang cukup sulit mengingat saya tidak punya banyak waktu untuk mengubah settingan motor,” ucap Germain.

Persiapan lain menjelang race yaitu racing part dari negaranya seperti velg, rem, settingan suspensi dan parts pendukung lainnya mereka bawa sendiri Gilmoters.

Putar otak jelang race berbuah hasil manis di atas lintasan. Pada sesi Moto 1, Germain menjadi yang tercepat dibayangi oleh Sylvain dan Lewish Cornish yang sudah terlibat dalam trial Game Asphalt sejak awal musim 2019.

(Baca juga: FFA Jadi Kelas Neraka Pembalap Trial Game Asphalt 2019)

Germain juga menunjukkan keperkasaannya pada Moto 2, di mana dia memimpin sejak awal race dan bersaing ketat dengan Sylvain dengan disusul Lewish Cornish dan Maxime Lacour. Doni Tata di posisi 5 bisa mendapatkan perolehan 25 poin.

“Saya senang bisa memenangi dua race dan meraih juara di tempat ini. Atmosfirnya luar biasa, baik dari sisi persaingan hingga dukungan para penonton. Terima kasih 76 Rider telah memberikan pengalaman balapan yang luar biasa ini,” tutur Germain usai juara.

Sementara itu Mario SP selaku perwakilan 76 Rider mengatakan kehadiran rider luar negeri bisa menjadi pelajaran bagi rider nasional. “Meski kita lihat yang menjadi juara adalah rider – rider luar negeri, tapi dari balapan ini bisa memberikan banyak pelajaran bagi rider nasional terutama soal teknik dan skill sehingga ke depannya rider-rider nasional kita bisa semakin kompetitif dan membawa perkembangan yang signifikan bagi dunia supermoto di Tanah Air,” tutup Mario.