4
2166

Pulsar Owner Pergi Haji Naik Motor?

GILAMOTOR.com, Sabang. – Jika dalam rukun Islam ke lima berbunyi “pergi haji jika mampu” ke Tanah Suci Mekah, maka dalam kamus bikers khususnya mereka yang tergabung dalam Pulsar Owner Indonesia (POWER), kalau belum ke titik nol kilometer, Sabang, rasanya belum pergi haji ala bikers.

Uangkapan itu dikatakan oleh hampir semua komunitas pecinta Pulsar, POWER Indonesia, dalam acara perayaan ulang tahun ke 7 di titik nol kilometer, Sabang pada Senin, 4 Juli 2011.

“Saya sudah sering keliling Indonesia dengan motor. Mulai dari Sumatera Utara, Bangka, Madura, Lombok dan beberapa kota besar di Indonesia lainnya. Tapi kalau belum ke titik nol kilometer ini, di sini, tepat di tempat kita beridiri ini, rasanya belum jadi warga Indonesia sesungguhnya. Ini seperti naik hajinya bikers,” jelas Syamsir Alam Basri dari POWER chapter Bogor.

Ya. Sejak kecil mereka dan kita semua sering diperkenalkan tentang wilayah Indonesia yang luas dan kaya serta dikenal dengan alamnya yang Indah melalui lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Namun tak sedikit dari kita belum pernah menginjakkan kaki di ujung Indonesia ini. Di mana titik awal wilayah Indonesia di mulai.

“Usia saya sudah 61 tahun dan saya sering keliling Indonesia baik dengan bis, kereta, pesawat atau bahkan dengan motor. Tapi ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di titik nol kilometer, Sabang. Di sini adalah lokasi turing yang diimpikan oleh para bikers, tapi sayang mereka belum pernah atau belum ada kesempatan menginjakkan kaki di ujung Indonesia ini. Jadi wajar rasanya jika kami menganggap bahwa turing ke titik nol kilometer itu seperti haji nya para bikers,” terang Yasrul Jack, Pulsar Owner asal Pontianak, Kalimantan Barat.

Lebih jauh, lelaki yang yang telah menetap lebih dari 40 tahun di Pontianak mengatakan, bahwa kedatangannya bersama komunitas Pulsar Owner seperti pertemuan antara Titik Nol Kilometer dengan Khatulistiwa. Jika titik nol kilometer di tandai dengan monument sebagai titik nol kilometer wilayah Indonesia di Sabang, Aceh, maka Khatulistiwa ditandai dengan Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat.

Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

“Jika ke titik nol kilometer itu seperti pergi hajinya bikers, maka ke Tugu Khatulistiwa itu seperti umrohnya para bikers. Karena itu, tahun depan Pulsar Owner menjadwalkan akan turing ke Tugu Khatulistiwa,” terang Jack.

Lebih 60 bikers Pulsar Owners dari berbagai varian seperti Pulsar 135 LS, 180 DTS-i, 200 DTS-i dan 220 DTS-i bersuka cita bisa menginjakkan kaki di lokasi kebanggaan para bikers Indonesia ini. Alamnya yang asri, pemandangan dan wisata pantai yang indah seolah menjadi saksi mereka menyelesaikan haji ala bikers bersamaan perayaan ulang tahun POWER ke 7.

Dalam perayaan ulang tahun itu, para pecinta Pulsar ini melakukan do’a bersama dan potong tumpeng dan berlanjut dengan aktivitas sosial.

Penulis/Foto : @jayadi72

4 COMMENTS